Rabu, 17 Jun 2026 06:22 WIB

Harga Lebih Ekonomis, Emak-emak di Lamongan Kepincut Bawang Merah India

Pedagang kebutuhan bumbu dapur di pasar Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pedagang kebutuhan bumbu dapur di pasar Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Emak-emak di Lamongan semakin resah dengan melonjaknya harga bawang merah yang tembus di angka Rp70 ribu per kilogram. Sebagai alternatif pengganti, mereka beralih ke bawang india yang lebih murah.

Salah satu penjual bumbu dapur di Pasar Sidoharjo Lamongan, Suswati mengaku banyak dari pembeli yang menjatuhkan pilihan ke bawang india. Selain kegunaannya yang nyaris sama dengan bawang merah, harganya juga terbilang ekonomis.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

"Bawang india memang terhitung murah dengan hanya berkisar Rp25-30 ribu per kilonya, selain itu bentuknya yang besar meski tak sesedap bawang biasa," ungkap Suswati, Rabu (13/7/2022).

Selain harga bawang merah yang terus merangkak naik, Suswati menyebut ada kenaikan harga di bumbu dapur lainnya sejak Idul Adha. Salah satunya cabai rawit juga masih bertahan di harga Rp100 ribu.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

"Ini malah cabai merah besar ikut naik, Rp95 ribu per kilonya dari sebelumnya Rp70-80 ribu, namun bawang merah hari ini mulai turun di harga Rp65 per kilonya," akunya.

Pembeli yang dijumpai di pasar yang sama, Umi, mengaku terpaksa mengganti bahan bawang merah dengan bawang india lantaran harga yang terpaut jauh. Bahkan saat kondisi masih normal, Umi merasa harga bawang merah juga tergolong mahal.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

"Banyak yang sudah beralih di kampung-kampung, memang harganya ngaweng," ujar Umi yang juga penjual kebutuhan dapur di toko klontong.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.