Rabu, 17 Jun 2026 10:19 WIB

Warga Desa Dateng Lamongan Kembali Demo: Hadang Petugas BPN, Minta Ganti Rugi

Warga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan saat menghadang pengukuran tanah oleh BPN (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Warga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan saat menghadang pengukuran tanah oleh BPN (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Kegelisahan warga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan kian memuncak. Mereka menyebut bahwa lahan bermasalah yang ada di desanya diukur sepihak oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Warga pun kembali berunjuk rasa, karena menilai bahwa lahan bermasalah yang akan dijadikan proyek nasional Jabung Ring Dyke itu hanya menguntungkan warga di luar Desa Dateng.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Setelah mengetahui ada pengukuran, warga nekat melakukan penghadangan dan menduduki lahan tersebut. Aksi warga yang didominasi emak-emak itu sempat memanas dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.

"Hari ini kita kembali melakukan aksi sebagai bentuk penolakan petugas BPN yang rencananya akan mengukur tanah yang kami anggap masih bermasalah ini," ujar koordinator aksi, Karto Suharjo, Senin (11/7/2022).

Menurut Karto, aksi lanjutan ini memuat beberapa poin tuntutan, seperti mengembalikan fungsi rawa yang sebelumnya dijadikan lahan tambak dan pertanian oleh warga luar Desa Dateng.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Sering kekeringan. Bahkan sejak rawa ini beralih fungsi menjadi tambak, masyarakat petani di Desa Dateng khususnya dan desa lain sangat kesulitan mendapatkan air," jelasnya.

Menurut Karto, pada Tahun 2011 silam, di rawa Desa Dateng, pengerjaan Waduk Jabung Ring Dike dimulai. Namun setelah proyek itu mandek, warga kemudian memanfaatkan lahan tersebut sebagai tambak.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Dengan maksud jika proyek ini kembali dikerjakan lagi, mereka akan mendapatkan ganti rugi. Namun, warga yang menggarap lahan rawa tersebut bukan asli warga Desa Dateng.

"Sekarang tanah saya dikuasai oleh masyarakat luar. Maka dari itu kami selaku masyarakat Dateng ingin memperjuangkan hak kami dan rencananya akan melakukan demo yang lebih besar lagi di DPRD dan BPN," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.