Jumat, 19 Jun 2026 16:24 WIB

Perangkat Desa di Kediri Diduga Selingkuh, Warga Tuntut Oknum Itu Dicopot

Aksi unjuk rasa warga di Kantor Desa Tunglur. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Aksi unjuk rasa warga di Kantor Desa Tunglur. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Puluhan warga di Kabupaten Kediri menggeruduk kantor Desa Tunglur, Kecamatan Badas untuk menuntut kepala desa mencopot salah satu oknum perangkat yang diduga melakukan tindakan perselingkuhan, Senin (11/7/2022).

Dalam orasinya, warga kecewa dan marah karena oknum perangkat desa, pria berinisial R tersebut dianggap mencoreng nama baik desa.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

"Kita minta bapak R ini dicopot. Karena sebagai aparatur seharusnya beliau menjadi contoh ternyata malah heboh karena terlibat dalam kasus perselingkuhan dengan masyarakat desa sebelah," kata perwakilan warga, Adi Prasetyo.

Tindakan tak terpuji oleh R itu diduga terjadi selama satu tahun terakhir. Kasus ini menyeruak setelah si perempuan menggugat cerai suaminya. Sang suami MA, warga Desa Blaru yang tak terima akhirnya melaporkan hal tersebut ke pihak desa dan kecamatan.

"Perwakilan warga sudah ada yang mengklarifikasi ke korban (MA), jadi kita berangkat ke sini bukan dengan tangan kosong, ada bukti yang kuat dan konkret,” tegas Adi.

Bukti itu, lanjut Adi merupakan rekaman percakapan via WhatsApp antara oknum perangkat desa dengan si perempuan, dan oknum perangkat desa dengam korban.

“Ada juga bukti video yang mohon maaf, nggak senonoh,” tambah Adi.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara itu, Kepala Desa Tunglur Mashudi sempat menemui para pendemo, mengaku segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan inspektorat untuk mengambil langkah tegas atas kasus ini.

Sebelumnya, Mashudi mengaku sering mengingatkan perangkatnya itu ketika awal dugaan kasus perselingkuhan ini mencuat. Terlepas dari kebenaran kabar tersebut.

“Sebelumnya yang kami dengar hanya rumor-rumor, selama mendengar itu sudah sering saya panggil saya peringatkan. Tapi selama ini memang tidak ada aduan masuk dari keluarga yang diganggu,” kata Mashudi.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Namun sejak dilaporkan oleh korban, pihak desa telah melakukan dua kali mediasi. Namun, belum ada titik temu untuk persoalan ini. Kepala Desa sendiri berjanji akan menyelesaikan kasus ini sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kita akan konsultasi dengan kecamatan apa yang akan kita putuskan,” pungkasnya.

Sementara warga memberi tenggat waktu kepada pihak desa untuk memenuhi tuntutan mereka. Massa mengancam akan kembali dengan massa yang lebih banyak jika tuntutan mereka untuk desa mencopot oknum tersebut tak dipenuhi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.