Senin, 22 Jun 2026 21:19 WIB

Cegah Kecelakaan di Perlintasan, Pemkab Kediri Gencar Pemasangan Palang Pintu

Pembangunan palang pintu di perlintasan Kereta Api di Ngadiluwih. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Pembangunan palang pintu di perlintasan Kereta Api di Ngadiluwih. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri – Perlintasan sebidang tanpa palang pintu menjadi ancaman serius bagi para pengguna jalan. Di Kabupaten Kediri, insiden kecelakaan kerap terjadi hingga menyebabkan nyawa korban melayang. Tidak ingin insiden itu terus terjadi, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memasang palang pintu di perlintasan Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih.

“Kalau (perlintasan) tanpa palang pintu, risiko terjadi kecelakaan sangat besar. Saya tidak mau hal itu terjadi di Kabupaten Kediri,” kata Mas Dhito, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: 5 Tips Mencari Tiket Kereta Surabaya Jogja Paling Murah untuk Liburan Hemat

Putra sulung Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini menargetkan pemasangan palang pintu di Jalan Merah Dusun Krajan, Desa Branggahan rampung pada akhir bulan depan. Sementara perlintasan lain yang belum terpasang palang pintu masih dalam proses pengkajian untuk dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pemasangan palang pintu di perlintasan sebidang juga merupakan salah satu wujud realisasi janji politik yang pernah disampaikan sejak masih masa kampanye.

“Akhir bulan ini (palang pintu) sudah rampung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Joko Suwono menyebut, saat ini proses pembangunan palang pintu di perlintasan Branggahan dalam tahap pemasangan. Selain pemasangan palang pintu, di titik tersebut juga dibangun pos penjagaan.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

“Sekarang masih dalam tahap pemasangan palang pintu,” terang Joko.

Adapun anggaran yang digunakan untuk pemasangan palang pintu dengan lebar 7 meter yang di pasang di 2 sisi perlintasan menghabiskan Rp191.034.000. Sedangkan, untuk pos jaga Rp98 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Kediri tahun 2022.

Pihaknya, lanjut Joko, telah mempersiapkan 6 orang petugas penjaga palang pintu di perlintasan tersebut. Mereka direkrut dari warga sekitar dan saat ini sedang menjalani pembekalan di Jombang untuk mengikuti proses magang.

Baca Juga: 73 Persen Lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Tembus PTN Jalur SNBT

“Kita akan gaji dari APBD. Mereka sedang kita magangkan di Jombang sebelum nantinya benar-benar bertugas menjaga perlintasan,” jelasnya.

Joko berharap dengan dipasangnya palang pintu di Branggahan, dapat meningkatkan keamanan serta mampu memperlancar lalu lintas di daerah tersebut. Pasalnya, di perlintasan yang berdekatan dengan Simpang Branggahan ini acap kali terjadi penumpukan kendaraan.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.