Rabu, 17 Jun 2026 14:42 WIB

Warga Desa di Lamongan Demo Gegara Proyek Nasional, Ini Pemicunya

Warga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan saat menggelar unjuk rasa di Rawa Jabung Dyke dan balai desa setempat (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Warga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan saat menggelar unjuk rasa di Rawa Jabung Dyke dan balai desa setempat (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Konflik agraria pecah di Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Ratusan warga geram gegara santunan ganti rugi di lahan proyek Waduk Jabung Ring Dyke (JRD) kurang tepat sasaran.

Warga merasa terzolimi dengan keberadaan para penggarap lahan di kawasan tersebut. Sebab para penggarap yang didominasi warga luar daerah itu, yang justru akan menerima santunan ganti rugi proyek JRD.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Merasa santunan ganti rugi tidak tepat sasaran, warga mendesak agar kepala desa setempat tidak menandatangani berkas santunan ganti rugi.

Sebenarnya, proyek Waduk Jabung Ring Dyke dimulai pada Tahun 2011 dan bukan pada 1980 silam. Setelah proyek tersebut mangkrak, sejumlah warga kemudian memanfaatkan lahan itu untuk dijadikan sawah dan tambak.

"Kita mendesak kepala desa agar jangan menandatangani dokumen santunan. Karena para penggarap sawah atau rawa itu bukan orang desa kami, tapi orang luar," ungkap warga Desa Dateng, Habib, Senin (4/2/7/2022).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Warga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan saat menggelar unjuk rasa di Rawa Jabung Dyke dan balai desa setempatWarga Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan saat menggelar unjuk rasa di Rawa Jabung Dyke dan balai desa setempat

Habib dan warga lain juga meminta agar pemerintah desa mengembalikan fungsi rawa di kawasan proyek Waduk Jabung Ring Dyke seperti dahulu, yaitu sebagai tempat penampungan air yang bisa digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

"Tuntutan kita sudah jelas, minta agar kawasan di proyek Waduk Jabung Ring Dyke itu dikembalikan sebagaimana fungsinya," ujar dia.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara Kepala Desa Dateng, Imqori berjanji akan menampung aspirasi dari warga yang hari ini menggelar unjuk rasa.

"Alih fungsi lahan rawa menjadi tempat pertanian dan juga tambak dinilai sangat berdampak bagi para petani. Sebab mereka kerap kekurangan air," papar Imqori.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.