Senin, 22 Jun 2026 01:31 WIB

Diterpa Isu Lalai Urus Satwa, Disparbud Lamongan Beri Penjelasan

Salah satu satwa di wisata Waduk Gondang Lamongan yang dikabarkan tidak terawat. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu satwa di wisata Waduk Gondang Lamongan yang dikabarkan tidak terawat. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Diterpa kabar miring, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan luruskan soal pengambilalihan satwa oleh BKSDA di wisata Waduk Gondang.

Kabar yang beredar beberapa waktu lalu itu menyudutkan seolah-olah Disparbud lalai dan tak menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Alhasil pihak BKSDA turun dan mengambil alih beberapa satwa yang ada Waduh Gondang.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan Siti Rubikah menegaskan, pengambilan satwa yang menjadi koleksi Waduk Gondang tersebut bukan pada saat ini atau tahun ini, melainkan sudah pada 2020 lalu.

"Usang, kejadian pengambilan satwa koleksi oleh BKSDA itu pada 2020 lalu," kata Siti Rubikah kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Rubika membeberkan, diambilnya satwa oleh BKSDA itu juga bukan lantaran perawatan hingga tempat penangkaran yang kurang memadai, melainkan statusnya yang memang dilindungi dan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.

"Bahwa semua hewan yang dilindungi harus ditangani khusus, yang memiliki sertifikasi dan keahlian mengenai satwa," ujarnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Untuk saat ini, sejumlah satwa juga masih dan tetap ada sebagai salah satu wahana di Waduk Gondang. Beberapa satwa yang hingga saat ini masih menjadi koleksi Waduk Gondang tersebut, rinci Rubikah, diantaranya adalah ular, kera jawa, burung lovebird, burung dara dan ayam mutiara.

"Sementara, untuk satwa yang pada 2020 lalu diambilalih penanganannya oleh BKSDA adalah buaya, burung unta, kijang, merak, owa-owa, landak, ular, beruk, burung elang dan burung kasuari," terangnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.