Senin, 15 Jun 2026 10:27 WIB

Merasa Tertipu Arisan Online, Emak-emak di Jombang Lapor Polisi

Korban saat melapor ke Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Korban saat melapor ke Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Imah, seorang ibu-ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Kudu, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, mendatangi Kantor Satreskrim Polres Jombang, Sabtu (2/7) sekitar pukul 12.09 WIB. Ia merasa tertipu arisan online yang diikutinya. Perempuan 31 tahun itu melaporkan Indri Rustuningsih (29), warga Dusun Bekel, Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

"Ini lanjutan dari teman-teman kemarin yang perwakilan laporan ke Polsek Perak. Intinya, kami meminta hak kami dan laporan ke Polres Jombang," ungkap Ima di kantor Satreskrim Polres Jombang.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Imah ikut arisan online yang dikelola Indri sejak 3 tahun lalu dengan nominal paling kecil, yakni Rp1 juta. Hingga akhirnya ikut yang lebih besar dengan nominal Rp10 juta. Sejak itulah, pengelola mulai rumit.

"Pertama ikut itu karena teman ada yang ikut. Itu benar cair. Mulai dari Rp1 juta, ya ibarat nabung uang receh. Terus naik sampai yang Rp10 juta. Yang terakhir itu saya sampai 2 tahun, tiap bulan nabung. Kemarin pas dapat itu nggak semuanya terbayar," paparnya.

Selain arisan, yang paling merugikan anggota adalah jual beli arisan. Pasalnya, pengelola menjual arisan fiktif. Dalihnya ada yang menjual arisan karena anggota keluarga sakit. Itu yang paling banyak dibeli anggota.

"Ternyata itu fiktif. Ketika tanya antarmember ini, banyak yang membeli dengan alasan yang sama. Berarti ini nggak dijual di satu orang. Berarti itu fiktif, dia (Indri, red) menjual tidak pada satu orang member," katanya.

Lantaran sistem online dan grup WhatsApp diatur tertutup, para member tidak ada yang tahu. Hal ini yang membuat pelaku bisa menjalankan aksinya.

"Kami memang nggak kenal 50 orang member. Semuanya lewat si owner (Indri). Kalau ada yang jual arisan itu tahunya ya dari owner. Kayak ada screenshot chat gitu," paparnya.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Ketika ditanya berapa kerugian yang dialami, Imah mengaku rugi puluhan juta. Ia pun merasa ditipu karena nomor pelaku tak bisa dihubungi setelah pembayaran arisan.

"Ya saya memang nggak banyak jika dibandingkan dengan yang lain. Total saya itu Rp10 juta sampai Rp12 juta. Saya ikut 2 arisan dan beli 4 arisan yang dilelang. Saya tanggal 26 malam itu habis bayar dan dilayani chattingnya. Setelah itu nggak aktif nomornya. Setelah saya ke rumahnya, ternyata sudah kosong. Saya ditemui bibinya dan keponakan," tegasnya.

Dikatakan Imah, jumlah anggota arisan online yang dikelola pelaku ada 40 orang.

"Kerugiannya ada yang Rp200 juta, ada yang Rp150 juta. Kalau yang laporan ke polisi hari ini kerugiannya sekitar Rp100 juta. Belum yang lainnya ada yang Rp20 juta, Rp30 juta," pungkasnya.

Baca Juga: Pria Sidoarjo Beli Motor Ninja di Jember Diduga Pakai Uang Mainan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha membenarkan adanya laporan warga yang menjadi korban dugaan penipuan arisan online. Polisi akan melakukan gelar perkara di Polsek Perak Minggu depan.

"Di Polsek Perak ada, di polres juga ada. Intinya kami akan tangani secara proporsional dan profesional terkait laporan yang masuk," tukas Giadi.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.