Sabtu, 20 Jun 2026 14:05 WIB

Viral Emak-emak Berdaster di Lamongan Naik Motor, Nopol Ditutup Celana Dalam

Tangkapan layar video emak-emak di Lamongan kendarai motor dengan pelat nomor polisi tertutup celana dalam (Foto: Akun Instgaram @berita_lamongan_)
Tangkapan layar video emak-emak di Lamongan kendarai motor dengan pelat nomor polisi tertutup celana dalam (Foto: Akun Instgaram @berita_lamongan_)

Lamongan - Aksi emak-emak berdaster di Lamongan yang mengendari motor viral di media sosial (medsos). Selain bersepatu, pelat nomor polisi (nopol) motor itu ditutup celana dalam.

Video berdurasi kurang lebih 3 detik itu juga menunjukan kritikan terhadap fenomena etilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), dengan menggunakan atribut lengkap bak persiapan touring.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Vedio itu diunggah pertama kali oleh akun Instagram @berita_lamongan_ dan telah mendapat like sebanyak 1.527 serta 139 komentar.

"Mau ketawa takut dosa," tulis @berita_lamongan_.

Meski tak secara gamblang menunjukan siapa pengendara dan alasan di balik pembuatan video tersebut, akun ini menjelaskan jika video tersebut merupakan kiriman dari warganet pemilik akun @txxx.xxx.

Sepintas video tersebut memang ditujukan sebagai kritik e-tilang yang sedang banyak dipergunjingkan warga saat ini.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Pasar Miru, Kecamatan Sekaran," lanjutan caption dalam akun @berita_lamongan_.

Dalam hitungan jam, postingan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Ada yang menanggapi dengan gaya kocak. Namun juga ada yang mengaggap video tersebut telah berlebihan.

"Astaghfirullah mataku ternodai," tulis akun @hxxxxx.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Warganet lain pun ada yang beraksi sebaliknya. Bahkan mengungkapkan jika tindakan yang dilakukan emak-emak dalam video tersebut telah melampaui batas.

"Wkwkwkwkw, ndeso. Anane e-tilang ben masyarakate iki tertib, diulangi maju kok ora kenek ngene Lamongan kon maju piye (adanya e-tilang ini biar masyarakat tertib. Diajak maju kok nggak bisa gini Lamongan. Mau maju gimana)," tulis @hixxxxxxx.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.