Senin, 15 Jun 2026 18:54 WIB

Pegawai Senior BNI di Sumenep itu Bantah Lakukan Pelecehan

SH, pegawai senior BNI di Sumenep yang disebut lakukan pelecehan terhadap teman sekantornya (Foto: SH for jatimnow.com)
SH, pegawai senior BNI di Sumenep yang disebut lakukan pelecehan terhadap teman sekantornya (Foto: SH for jatimnow.com)

Sumenep - Dugaan kasus pelecehan terhadap salah satu pegawai di Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI di Prenduan, Sumenep masih terus bergulir.

SH yang dituding telah melakukan pelecehan seksual terhadap RN, membantah. Penyelia pemasaran KCP BNI Prenduan ini mengaku dirugikan atas pernyataan RN, rekan kerjanya.

Baca Juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

"Saya merasa dirugikan dan tercemar nama baik saya. Karena tidak merasa berbuat seperti yang diberitakan sebelumnya," ujar SH, Rabu (29/6/2022).

SH mengaku sudah menyampaikan bahwa tindakannya hanya gurauan atau bercanda. Katanya, hal itu berpengaruh pada pekerjaanya.

"Itu hanya fitnah yang ingin menghancurkan saya," tambah dia.

Ditanya soal surat pernyataan mengakui kesahahan yang ditandatanganinya, SH menyebut hal itu terpaksa ia buat. Sebab saat itu dirinya dalam kondisi tertekan dan harus mengakui semua pernyataan RN.

Baca Juga: Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Sebelumnya, sudah dilakukan mediasi antara SH dan RN. Di lokasi medasi juga ada beberapa saksi, yaitu KV, Hd dan HF. Saat itu SH membuat pernyataan dan mengakui perbuatannya dengan tanda tangan bermaterai.

Dalam surat pernyataan itu, terdapat 16 poin yang dilakukan SH. Selain itu, dalam pernyataannya, dia mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sementara RN memastikan bahwa yang disampaikannya itu bukan fitnah. Menurutnya, SH sempat melakukan intimidasi dengan kata-kata.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Ini benar adanya. Dia pernah menarik tali kutang (bra) saya sampai copot. Dia juga berusaha mencium pipi saya," ungkapnya.

RN menepis pengakuan bahwa SH tertekan saat membuat surat pernyataan tersebut.

"Tidak ada tekanan apapun. Bahkan dia nyaris tidak merasa bersalah dan dalam kondisi tenang," imbuhnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.