Minggu, 21 Jun 2026 08:23 WIB

Aplikasi ini Permudah Jual Beli Hewan Qurban di Tengah Wabah PMK

Manager Bisnis Hulu Ternaknesia, Wika Tedi Prayoga saat menjelaskan penggunaan Ternaknesia, aplikasi jual beli hewan qurban di tengah wabah PMK (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Manager Bisnis Hulu Ternaknesia, Wika Tedi Prayoga saat menjelaskan penggunaan Ternaknesia, aplikasi jual beli hewan qurban di tengah wabah PMK (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Startup digital peternakan asli Kota Surabaya dengan nama Ternaknesia mengenalkan program Qurban dari Kandang melalui aplikasi dan lelang hewan qurban.

Gagasan program e-commerce yang memiliki mitra 1207 peternak di seluruh Indonesia itu juga dapat membantu menekan angka penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan berqurban dengan aman.

Baca Juga: IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

Manager Bisnis Hulu Ternaknesia, Wika Tedi Prayoga menjelaskan, selain menjadi wadah peternak untuk menjual hewan qurbannya, proses jual beli hewan qurban melalui aplikasi ini juga untuk meminimalisir hewan ternak tertular PMK.

"Apalagi imbas PMK ini, pasar hewan ditutup. Aplikasi Ternaknesia bisa menghubungkan pembeli dan peternak tanpa harus bertemu langsung. Jadi pada dasarnya, hewan qurban yang dibeli konsumen dikirim langsung dari kandang peternak," terang Tedi, Rabu (29/6/2022).

Menurut Tedi, proses pembelian hewan qurban melalui e-commerce ini sangat mudah. Para pembeli cukup mengunduh aplikasi di playstore dan Appstore. Kemudian membuka aplikasi Ternaknesia dan masuk ke fitur qurban.

Selanjutnya, pembeli bisa memilih apakah qurban akan dikirim ke rumah atau langsung disalurkan. Lalu pembeli memilih hewan yang akan dibeli berdasar foto, bobot dan harga.

Jika sudah selesai memilih hewan, pembeli bisa langsung mengisi data dan menyelesaikan transaksi. Selanjutnya, hewan qurban akan diproses sesuai pilihan pembeli, dikirim ke alamat tujuan atau disalurkan ke penerima manfaat yang tersebar di pelosok tanah air.

"Saat ini sudah terjual 384 ekor sapi dan 121 ekor domba kambing di Aplikasi Ternaknesia," paparnya.

Dia menambahkan, tak hanya membeli hewan qurban lewat aplikasi, konsumen juga bisa mengikuti lelang qurban online. Kata Tedi, fitur baru ini muncul sebagai solusi dari tutupnya sejumlah pasar hewan selama PMK.

"Kami kemudian membuat platform untuk peternak bisa melelang hewan sehatnya di kandang, dan diikuti secara virtual oleh masyarakat umum," imbuh Tedi.

Baca Juga: Disnakeswan Tulungagung Temukan Cacing Hati di Sejumlah Hewan Kurban

Dia mengeklaim jika program Lelang Qurban Online dari Ternaknesia merupakan lelang hewan qurban pertama yang dilaunching di Indonesia.

"Platform lelang di website ternaknesia.com ini menyediakan berbagai pilihan hewan langsung dari kandang dengan harga yang jauh lebih terjangkau (berdasar bidding)," paparnya.

Proses lelang, lanjutnya, dilakukan secara online dan live streaming sehingga pembeli tanpa harus berkeliling ke lapak-lapak qurban.

"Selain dapat menekan penyebaran PMK dengan mengurangi lalu lintas orang maupun hewan untuk keluar kandang maupun lapak. Peternak juga tidak perlu repot membawa hewannya keluar kandang karena mobilitas hewan perlu dibatasi demi menekan penularan," ujar Tedi.

Cara mengikuti program Lelang cukup sederhana. Pertama, konsumen harus melakukan pendaftaran di website Ternaknesia. Lalu, memilih hewan qurban yang diinginkan dengan melakukan bidding atau penawaran kelipatan 100.000 untuk sapi dan 50.000 untuk domba kambing di jadwal lelang yang telah ditentukan.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

"Peserta yang melakukan bidding tertinggi yang akan berhasil mendapatkan hewan qurban impiannya," tandasnya.

Inovasi ini disambut baik oleh Mohammad Solehuddin, salah satu mitra peternak Ternaknesia asal Sampang, Madura. Soleh mengatakan bahwa dirinya telah merasakan manfaat adanya fitur e-commerce Ternaknesia.

Kini, dia tidak perlu repot membawa hewan untuk berjualan di Surabaya ataupun membuka lapak di pinggir jalan. Peternak berusia 31 tahun ini membenarkan bahwa wabah PMK membuatnya kesulitan berjualan karena pasar hewan yang tutup dan sulitnya mobilitas ternak.

"Alhamdulillah, meski di tengah PMK saya terbantu dan tetap bisa jualan. Jadi bisa lebih fokus merawat hewan dan rajin membersihkan kendang agar bebas penyakit," ujar Soleh.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.