Rabu, 17 Jun 2026 09:45 WIB

Cara Disperindag Lamongan Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Plt Kepala Dinperindag Lamongan, M. Zamroni saat memberikan pelatiham kepada puluhan pebisnis muda (Foto: Disperindag Lamongan for jatimnow.com)
Plt Kepala Dinperindag Lamongan, M. Zamroni saat memberikan pelatiham kepada puluhan pebisnis muda (Foto: Disperindag Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Untuk meningkatkan skill berbisnis di era zaman now, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan terus menggelar pembinaan. Hal itu dilakukan agar produk lokal bisa naik kelas merambah pasar ekspor.

Peserta yang didominasi pebisnis muda itu diberi dua materi, yaitu branding dan mengetahui pangsa pasar. Mereka juga diminta agar bisa memaksimalkan berbagai platform untuk menejemen branding.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Karena teman-teman (pelaku usaha) itu kan kadang dia punya produk bagus, tapi tidak bisa branding. Kan dampaknya jadi ndak bagus, terutama dalam pemasaran. Dan ada juga yang produknya biasa aja, tapi brandingnya bagus, maka penjualannya juga bagus," jelas Plt Kepala Disperindag Lamongan, M. Zamroni, Selasa (28/6/2022).

Mereka juga dibekali berbagai keahlian baru di bidang marketing. Mulai dari pengambilan foto, video hingga memanfaatkan media sosial untuk keperluan banding sekaligus pemasaran produk.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

"Tadi saya sampaikan ke peserta, bahwa peran teknologi saat ini sangat penting. Sekarang branding bisa melalui media sosial seperti Instagram, TikTok dan lain sebagainya. Karena hampir semua masyarakat sekarang pegang gadget dan saat ini mayoritas pemasaran juga sudah melalui sistem online," paparnya.

Zamroni berharap, melalui pembinaan yang diberikan Disperindag Lamongan ini, para pengusaha lokal bisa lebih berkembang dan bisa bersaing, terlebih di pasar ekspor.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Pelatihan ini kita selenggarakan bergelombang. Kali ini yang ikut ada 30 pengusaha, berikutnya juga 30 pengusaha lagi. Karena kalau terlalu banyak peserta, nanti diskusinya ndak bagus, malah ndak efektif," tandas Zamroni.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.