Jumat, 19 Jun 2026 12:21 WIB

Keren! Siswi SD di Surabaya Menyulap Sampah Rumah Tangga jadi Eco Enzyme

Sanaz Aisya Janeeta, siswi kelas 4 SDN Kaliasin Surabaya saat memamerkan eco enzyme buatannya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Sanaz Aisya Janeeta, siswi kelas 4 SDN Kaliasin Surabaya saat memamerkan eco enzyme buatannya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Sanaz Aisya Janeeta, siswi kelas 4 SDN Kaliasin Surabaya menjadi sosok inspiratif karena berhasil mengolah sampah rumah tangga, seperti kulit buah dan sayuran menjadi eco enzyme yang bermanfaat.

Meski usianya masih 10 tahun, nyatanya dia mampu mengkreasikan limbah yang menjadi masalah utama di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ia tinggal di Surabaya belum terlalu lama, baru tiga bulan. Pekerjaan ayahnya yang membuat keluarga sering berpindah-pindah kota.

Namun, keberhasilan Sanaz menyulap sampah buah dan sayuran menjadi olahan bermanfaat ini tidak terlepas dari pengalamannya selama bergabung dengan komunitas eco enzyme di Makassar.

"Saya itu kan mau memanfaatkan kulit buah dan sayuran untuk dijadikan eco enzyme. Kebetulan eco enzyme ini kan banyak sekali manfaatnya. Salah satunya itu bisa untuk membunuh kuman," kata Sanaz, Senin (27/6/2022).

Sejauh ini, Sanaz telah membuat berbagai varian eco enzyme. Mulai dari hand sanitizer, sabun cuci tangan, serta pupuk cair, dan banyak lainnya.

Semua bahan-bahan pembuatan eco enzyme itu berbahan dasar kulit buah dan sayuran. Menariknya, sampah buah dan sayuran itu bisa juga untuk mengobati luka, membersihkan kadar air, dan menetralisir udara sekitar.

Meskipun semua buah mempunyai manfaat, namun dalam pengolahan eco enzyme harus cermat memilih buah atau sayuran. Pertama, buah dan sayuran harus fresh, tidak boleh busuk. Usahakan untuk buah hindari yang terlalu berlemak seperti, alpukat dan jangan memiliki kulit terlalu keras, seperti durian, nangka dan salak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Butuh kesabaran ekstra untuk mencapai hasil yang maksimal. Sanaz mengatakan, butuh waktu 3 bulan dalam proses pembuatannya.

Bahan-bahan dibutuhkan meliputi kulit buah dan sayuran, gula serta air. Setelah komposisi dasar tersedia, maka proses selanjutnya ialah menimbang perbandingan 1, 3, dan 10. Satu untuk gula, tiga untuk kulit buah dan sayuran, dan 10 untuk air.

"Terus kita masukkan ke dalam botol, tutup rapat agar tidak terkontaminasi. Dua minggu pertama kita harus rajin membuka tutup botolnya agar tidak meledak. Setelah tiga bulan, eco enzyme ini sudah bisa kita panen," jelas dia.

Selama pembuatan eco enzyme, Sanaz tidak sendiri. Ia dibantu oleh sang ibunda tercinta. Begitu pula para tetangga dan teman-teman sekolah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sanaz juga mendonasikan hasil pengolahan eco enzyme kepada para peternak hewan. Dia ikut prihatin atas wabah yang menyerang hewan ternak.

Hasil pengolahannya itu sudah ia beri nama KALSA SAJECO yang berarti 'Kaliasin Satu Sanaz Aisya Janeeta Eco Enzyme' dalam kemasan botol minuman dan botol spray. Ia juga sering mengikuti event-event untuk mengampanyekan sekaligus mempromosikan produk eco enzyme buatannya.

Saat ini Sanaz juga sedang berkompetisi pada ajang Puteri Lingkungan Hidup 2022 di Surabaya. Di sini, akan dipilih 15 finalis.

Sanaz dan keluarga tinggal di Jambangan, Surabaya. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Seifudin Suria Hidayat dan Shanti Agustina. Ayahnya dari Tasikmalaya, dan ibunya asli Bogor.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.