Kamis, 18 Jun 2026 06:17 WIB

Kirim Narkoba Senilai Rp1 Miliar ke Lapas Madiun, 2 Kurir Diringkus Polisi

Pres rilis narkoba di Madiun. (Foto: Humas Polres Madiun Kota/jatimnow.com)
Pres rilis narkoba di Madiun. (Foto: Humas Polres Madiun Kota/jatimnow.com)

Madiun - Sepak terjang 2 kurir narkoba, Aditya Putra dan Farid Setiawan berakhir. Kedua warga Kabupaten Gresik itu tertangkap saat akan mengantarkan paket ke Lapas Pemuda Kelas II Madiun.

"Keduanya ditangkap saat berusaha menyelundupkan narkoba senilai lebih dari Rp1 miliar pada Senin (13/6/2022) lalu," ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP Suryono, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Dari tangan keduanya, petugas berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 666,08 gram. Juga ganja 60 gram, inex 100 butir, double L 20 butir, timbangan elektrik, plastik klip, lakban warna coklat dan gunting.

"Barang bukti tersebut diamankan petugas saat masih di dalam mobil yang digunakan untuk mengantarkan barang bukti dari Gresik ke Kota Madiun," terangnya.

Awal kecurigaan itu, saat keduanya di pos pengamanan. Keduanya mengaku akan mengantar barang paketan.

"Tetapi paketan itu tidak jelas diantar ke siapa. Mereka cuma mau bilang mengantarkan paket," kata AKBP Suryono.

Karena itu, petugas lapas melakukan penggeledahan dan pemeriksaan. Saat diperiksa di Mapolres Madiun, keduanya baru mengaku rencananya barang haram tersebut dikirim untuk memenuhi pesanan dari delapan nara pidana yang ada di dalam Lapas.

Baca Juga: Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diringkus

Mereka mengemas paket narkoba tersebut dalam bentuk makanan. Barang haram tersebut ditutupi nasi untuk mengelabuhi petugas.

"Para napi ini berkomunikasi (pesan) menggunakan handphone dari dalam Lapas," jelas Suryono.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Kelas II Madiun Ardian Nova mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polres Madiun Kota dalam pencegahan penyelundupan narkoba ini.

Terkait handphone yang dimiliki oleh Napi, menurut Ardian hal tersebut memang barang terlarang yang tidak seharusnya dimiliki oleh Napi. Namun begitu pihaknya enggan disebut kecolongan.

Baca Juga: Polres Ponorogo Amankan Pengedar Narkoba Asal Madiun, Sita 301 Gram Sabu

"Mereka berupaya dengan seribu macam cara untuk menyelundupkan baik itu Narkoba atau handphone. Kita selalu melakukan penggeledahan rutin," tegasnya.

Dia beralasan situasi di dalam Lapas itu ada 1.500 Napi dengan regu pengamanan cuma 5 orang. Penggeledahan pun tidak bisa serentak.

"Bukan beralasan kekurangan tenaga ya, namun yang pasti SOP kita jalankan semaksimal mungkin," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.