Senin, 15 Jun 2026 03:21 WIB

Datangi Polres Ponorogo, Keluarga Tuntut Perkembangan Kasus Mulyono

Keluarga Mulyono
Keluarga Mulyono

jatimnow.com - Keluarga almarhum Mulyono untuk kesekian kalinya mendatangi Mapolres Ponorogo, Jumat (13/7/2018).

Mereka mempertanyakan pengembangan kasus dugaan pembunuhan terhadap anak mereka Mulyono. Padahal kasus tersebut sudah masuk mulai bulan Februari 2018 lalu.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Hingga kini belum ada tersangka. Padahal menurut saya kasus ini merupakan kasus pembunuhan," kata Kadimun, salah satu keluarga korban, kepada jatimnow.com, Jumat (13/7/2018).

Ia mengatakan demikian, bukan tanpa alasan. Karena melihat ada goresan di pipi keponakannya Mulyono.

"Saya disini minta keadilan. Keluarga masih belum terima. Kok kasusnya tidak selesai-selesai. Semoga dituntaskan secara adil," terangnya.

Di sisi lain, pengacara dari keluarga Mulyono, Didik Yulianto, berkeyakinan bahwa Mulyono dibunuh bukan karena sakit jantung. Apalagi saat pra-rekonstruksi ada yang mengaku membawa tali.

"Kan pra rekonstruksi Maret lalu ada yang sudah mengaku membawa tali. Kemudian mengikatnya. Itu kan satu bukti," kata Didik.

Apalagi, lanjut ia, hasil dari otopsi, banyak resapan darah yang berasal dari benda tumpul. Berarti ada unsur kesengajaan.

"Ya saya minta ada keterbukaan terhadap kasus ini. Kalau tetap berlarut-larut, kami kirim surat ke Kapolri," tegasnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Sementara itu, Wakapolres Ponorogo Kompol Suharsono, menampik jika penanganan kasus itu dianggap berlarut-larut. Menurutnya semua kasus harus lah cukup alat bukti.

"Kita gak mungkin mengada-ada jika barang bukti tidak kuat. Kami sudah melakukan upaya-upaya untuk cepat mengungkap kasusnya," katanya.

Ia mengaku, kini pihak Sat Reskrim Polres Ponorogo sedang menyinkronkan semua alat bukti yang ada, termasuk meminta keterangan saksi ahli.

Kasus ini sendiri bermula dari peristiwa seorang pemuda di Ponorogo yang diikat sampai meninggal, pada Sabtu (3/2/2018) malam. Ia adalah M. Mulyono (35) warga Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Awalnya, Mulyono menggedor pintu rumah Marlohi, salah seorang warga setempat. Namun, tidak dibukakan oleh tuan rumah.

Bapak Mulyono, Wateni dan saudaranya, Kadimun kemudian menenangkannya. Demikian pula dengan beberapa warga lainnya juga ikut. Karena merasa korban tenang, Wateni mengambil borgol di tempat kepala desa.

Namun, alangkah kagetnya ia lantaran selang 20 menit dirinya kembali, korban sudah tidak bernyawa. Yang mengejutkan lagi ada seperti luka lebam di pelipis matanya

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.