Jumat, 19 Jun 2026 23:33 WIB

Jelang Idul Adha, Perajin Tusuk Sate di Jombang Banjir Pesanan

Pembuatan tusuk sate di Desa Sedamar, Kecamatan Sumobito.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pembuatan tusuk sate di Desa Sedamar, Kecamatan Sumobito.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Jelang Idul Adha atau yang biasa dikenal dengan Hari Raya Qurban, biasanya masyarakat banyak yang menerima pembagian daging sapi maupun kambing. Warga memanfaatkan daging qurban tersebut, untuk menu makanan sate.

Momentum inilah yang membuat perajin tusuk sate bambu asal Desa Sedamar, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, kebanjiran pesanan.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Ditemui di lokasi pembuatan tusuk sate , Heru Subandi (49) mengaku pada hari raya Idul Adha tempat usahanya kebanjiran order, untuk memenuhi kebutuhan pasar dari dalam dan luar kota Jombang. Ia menyebut order sangatlah banyak, sehingga omzet meningkat di banding bulan-bulan biasanya.

"Ya alhamdulillah ada peningkatan, cuman kapasitas produksi tetap karena sudah mentok," ungkap Heru, Jumat (24/6/2022).

Heru mengatakan untuk memproduksi 2 kuintal lebih tusuk sate berbahan bambu, dibantu delapan pekerjanya.

"Dalam sehari, bisa memproduksi 10 hingga 50 ribu tusuk sate atau 2,5 kuintal tusuk sate," tegasnya.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

Heru menegaskan, tusuk sate berbahan bambu yang ia kerjakan dengan cara sederhana ini sudah dikenal di kalangan pedagang pasar dan masyarakat.

"Selain bahan bambu yang kuat, tusuk sate ini dikenal tusuk sate yang tidak gampang patah dan dikenal bagus, layaknya tusuk sate yang di buat dengan mesin modern," terangnya.

Untuk pemesanan tusuk sate ini rata-rata adalah pedagang pasar, yang berasal dari dalam dan luar kota Jombang.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

"Hasil produskinya ini dikirim ke pasar Jombang, Kediri, Mojokerto dan Surabaya, Malang, ke Sumatera serta Kalimantan," ucapnya.

Ia mengaku untuk setiap satu kilogram tusuk sate bambu ini dibandrol dengan harga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu.

"Keuntungannya Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari. Dan jelang Idul Adha ini, keuntungannya dua kali lipat, makanya omzet naik dan dapat menaikan gaji pekerja," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.