Kamis, 18 Jun 2026 01:07 WIB

Kitab Amjah, Manuskrip Kuno Bukti Napak Tilas Siar Islam di Pantura Lamongan

Lampiran isi Kitab Amjah yang telah disalin dalam Bahasa Indonesia (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)
Lampiran isi Kitab Amjah yang telah disalin dalam Bahasa Indonesia (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Selain masa kejayaan Sunan Drajat sebagai penyiar Islam di wilayah Lamongan, ternyata ada beragam bukti lain yang menunjukkan bahwa Lamongan adalah lokasi penting cikal bakal peradaban Islam.

Salah satu buktinya adalah manuskrip kuno yang disebut sebagai Kitab Amjah. Banyak yang mengartikan sepintas kitab tersebut mengisahkan 25 nabi dalam ajaran Islam dalam bahasa jawa kuno.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubika, naskah tersebut terdiri dari 302 halaman dan tidak memiliki nomor halaman.

Rubika menyebut, masing-masing halamannya terdiri dari 19 baris tanpa bidang bingkai teks. Tiap larik atau baris diakhiri dengan tanda lingkaran menggunakan tinta merah tanpa iluminasi.

"Teks Layang Ambiya ini berbentuk tembang macapat, yang berisi kisah para nabi dalam Agama Islam. Diawali dari kisah Nabi Adam hingga Nabi Muhammad," terang Rubika, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Dengan adanya bukti Kitab Amjah tersebut, sudah pasti Lamongan merupakan salah satu lokasi penting tentang perkembangan Islam. Namun sayang, kitab yang tersimpan rapi di Museum Sunan Drajat tersebut mengalami korosi tinta, hingga membuat beberapa teks sulit dimengerti.

"Teks menggunakan Aksara Pegon dan Bahasa Jawa. Kondisi teks tidak utuh dan beberapa isi teks tidak dapat dibaca karena korosi tinta," ujarnya.

Meski begitu, terkait pengarang dan penulisnya belum diketahui betul. Pihak Pemkab Lamongan melalui Disparbud pun hingga kini berupaya agar manuskrip tersebut tetap terjaga termasuk makna dan isinya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Ini juga sebagai salah satu bentuk pelestarian warisan budaya bendawi, sekaligus memberikan referensi pengetahuan dasar tentang isi dan nilai penting naskah koleksi Museum Sunan Drajat, bagi peneliti lanjutan yang akan mengkaji dalam perspektif berbeda," papar Rubika sambil menunjukan Kitab Salinan Amjah dalam Bahasa Indonesia.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.