Minggu, 07 Jun 2026 17:31 WIB

Lapangan MAC Siap Berproduksi, Visi HCML Semakin Nyata

Pengguntingan pita dalam peresmian Load Out & Sail Away WHP MAC HCML, di Bintan Yard, Tanjung Pinang, Kepri, Selasa (21/6/2022) - (Foto: HCML/jatimnow.com)
Pengguntingan pita dalam peresmian Load Out & Sail Away WHP MAC HCML, di Bintan Yard, Tanjung Pinang, Kepri, Selasa (21/6/2022) - (Foto: HCML/jatimnow.com)

Surabaya - Lapangan MAC di Selat Madura siap memproduksi gas setelah melakukan proses kegiatan Load Out & Sail Away Well Head Platform MAC yang berjalan pada Selasa (21/6/2022).

Dengan kegiatan itu menjadikan Visi Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) sebagai produsen gas terbesar se Jawa Timur dengan menyumbangkan 30 persen.

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

Sedangkan proses Load Out & Sail Away Well Head Platform MAC oleh PT Meindo Elang Indah (kontraktor EPCI) di Bintan Yard, Pulau Bintan, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

"Lapangan MAC ini merupakan salah satu penyangga dari target produksi gas SKK Migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada 2030. Project MAC dimulai dengan sangat baik dengan mengikuti peraturan keselamatan kerja yang tinggi, tentu akan menghasilkan karya yang baik pula," terang Kepala Divisi Pengelolaan Aset SKK Migas, Achmad Riad, melalui siaran tertulis, Kamis (23/6/2022).

HCML adalah salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dibawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Potensi produksi Lapangan MAC diketahui sebesar 50 MMSCFD.

Dalam bekerja, HCML berpegang kuat pada komitmen terhadap etika, kesehatan, keselamatan dan lingkungan hidup.

"Dengan adanya kegiatan Sail Away WHP MAC ini, kami berharap visi itu menjadi nyata," jelas General Manager HCML, Kang An.

HCML menanamkan investasi untuk memaksimalkan produksi dalam jangka waktu 5 hingga 7 tahun.

Baca Juga: Genap 61 Tahun, PGN Kuasai 95 Persen Infrastruktur Gas Nasional

"Kami mengupayakan pengembangan Lapangan MAC yang diperkirakan pada Q4 2022 sebagai bagian dari upaya kami memberikan sumbangsih kepada NKRI," sambung Kang An.

Untuk diketahui, kegiatan Load Out & Sail Away ini merupakan proses melepas well head platform (WHP) ke laut. Ini sebagai tanda bahwa proses pembuatannya di pabrik sudah selesai, dan akan berlayar ke titik instalasinya di Selat Madura.

"Diharapkan, ini dapat meningkatkan produksi gas, karena saat ini kebutuhan gas di Indonesia semakin besar seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia," bebernya.

HCML sendiri sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Petrokimia Gresik (15 MMSCFD), PT Bayu Buana Gemilang (10 MMSCFD) dan PT Inti Alasindo Energy (10 MMSCFD).

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Nantinya lifting gas ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Jawa Timur," beber Kang An.

Perusahaan yang telah memproduksi gas dan minyak kondensat dari empat sumur di Blok Selat Madura sejak 2017 itu telah menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur dengan menyumbang sekitar 30 persen pasokan gas.

HCML juga memiliki reputasi sebagai perusahaan yang mengelola Lapangan BD sebagai fasilitas lepas pantai pertama di Asia yang menghasilkan belerang cair dan melakukan pembongkaran belerang cair, setelah melakukan pemuatan sulfur cair untuk pertama kali pada 2017.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.