Selasa, 16 Jun 2026 13:41 WIB

Tahap Terakhir Ekskavasi Candi Patakan Lamongan, BPCB Eksplorasi Pagar

Tim ekskavasi BPCB Jatim di Candi Pataan Lamongan. (Foto : BPCB Jatim for jatimnow.com)
Tim ekskavasi BPCB Jatim di Candi Pataan Lamongan. (Foto : BPCB Jatim for jatimnow.com)

Lamongan - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi tahap terakhir di situs Candi Patakan di Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Targetnya melakukan eksplorasi bagian pagar.

Terhitung ekskavasi ini menjadi yang kelima kali dilakukan pada bangunan yang diduga peninggalan masa Raja Airlangga tersebut. Ekskavasi akan dilakukan 9 hari kedepan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Ekskavasi tahap kelima atau tahap terakhir sudah mulai kita lakukan, sejak 21 Juni lalu dan ditargetkan akan berlangsung selama 9 hari, hingga 29 Juni mendatang," kata Wicaksono Dwi Nugroho, Kamis (23/6/2022).

Selain itu, disebutkan Wicak, pihaknya akan membuka lahan di sekitar candi atau infrastruktur pagar yang memutari candi.

"Kita juga akan berupaya menampilkan bahwa candi ini memiliki pagar keliling, meski yang tersisa saat ini hanya pagar bagian barat," ujarnya.

Nantinya, lanjut Wicak, akan ditemukan berapa luas lahan yang butuhkan untuk ditentukan kawasan konservasi. Ia memperkirakan luasan lahan konservasi Candi Patakan jika dihitung secara keseluruhan bisa mencapai 2 sampai 3 hektare.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Tahapan ekskavasi sudah kita nyatakan selesai di tahun ini, nanti dari kami yang ada di kepurbakalaan ranahnya adalah kegiatan pemugaran dan konservasi," imbuhnya.

Meski sudah selesai ekskavasi, tandas Wicak, langkah selanjutnya adalah langkah konservasi yang dilakukan oleh BPCB Jatim bersama Pemkab Lamongan yang di dalamnya ada juga langkah pemugaran.

"Di luar dari pelestarian dan konservasi Candi Patakan itu sendiri, ada juga langkah pengembangan pemanfaatan sebagai kawasan wisata, yang nantinya berjalan seiring," tambahnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Hingga hari ketiga ekskavasi tahap kelima ini, Wicak mengaku belum ada temuan baru. Pihaknya masih pada kesimpulan awal yang menduga Candi Patakan adalah situs candi peninggalan masa Airlangga berdasarkan temuan-temuan yang ada dan dukungan bukti-bukti arkeologis lainnya.

"Jadi kami masih pada kesimpulan awal, dimana situs candi Patakan ini adalah situs peninggalan masa Airlangga," tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.