Rabu, 17 Jun 2026 18:23 WIB

Pelaku Gendam di Madiun Apes, Kabur dari Massa sampai Kaki Patah

Petugas menunjukkan tersangka.
Petugas menunjukkan tersangka.

jatimnow.com - TAM (38) dan AL (40), warga Provinsi Banten boleh selamat tiga bulan lalu setelah menggendam seorang ibu-ibu di Sun City Madiun.

Namun, keduanya apes ketika mau melancarkan aksinya kembali di Plaza Madiun. Saat itu TAM dan AL ketemu korbannya.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Jadi dugaannya mau melakukan gendam lagi. Tapi ketemu korbannya tiga bulan lalu. Korbannya masih ingat wajah dan lain-lain," kata Kapolsek Kartoharjo, Kompol Edy Siswanto, Kamis (12/7/2018).

Seketika itu, lanjut ia, korban teriak maling-maling. Saat itu, posisi Plaza Madiun ramai. Massa pun bergerak ke sumber suara dan mengamuk.

Pelaku berinisial TAM bahkan nekat terjun dari tembok pembatas. Karena massa kemarin sempat memanas.

"Kedua kakinya patah. Karena memang menghindari massa. Dan nekat terjun dari tembok pembatas di Plaza Madiun," terang Kompol Edy.

Ia menjelaskan, keduanya sangat licik. Untuk mengelabuhi korbannya, TAM berpura-pura sebagai saudagar dari Brunei. Dan AL menunjukkan sebuah rajah Al-Qur’an Istambul dan batu merah delima kepada korban.

"Menyakinkan korban mereka mengeluarkan pasport yang menunjukkan orang Brunei. Kemudian diajak berbincang," terang Kompol Edy.

Merasa sudah memperangkap, kemudian menawarkan batu merah delima. "Menurut pelaku bisa menyembuhkan sakit. Saat menawarkan dengan sedikit pemaksaan," terangnya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Syaratnya, korban harus menyerahkan perhiasan dan handphone. Saat itu korban percaya-percaya saja.

"Korban juga diminta membeli air mineral dan telur di area food court. Sempat merasa janggal, tapi pelaku sudah kabur, tiga bulan lalu," katanya.

Kemarin, lanjut ia, kebetulan korban ketemu tersangka. Sehingga ia pun berteriak maling-maling sampai terjadi amuk massa.

"Korban tidak punya keahlian gendam sebenarnya. Tapi ya bisa menguasai situasi saja," bebernya.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Barang bukti yang berhasil disita, dua HP, cincin emas seberat 4.6 gram dan 5.1 gram, liontin emas 2.4 gram dan gelang emas berat 24.5 gram.

"Selain itu juga kitab Istambul, guci kunikan beritakan batu delima palsu dan dua lembar paspor dikeluarkan negara Brunei Darussalam," katanya.

Ia menjelaskan, pelaku dikenai pasal 378 KUHP. "Ancaman hukumannya 4 tahun penjara," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.