Senin, 22 Jun 2026 06:28 WIB

Fokus Tuntaskan PMK, Bupati Sugiri Ngantor di Kecamatan Pudak

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat ngantor di Kecamatan Pudak. (Foto: Kominfo Ponorogo/jatimnow.com)
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat ngantor di Kecamatan Pudak. (Foto: Kominfo Ponorogo/jatimnow.com)

Ponorogo - Wujud keseriusan tangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Ponorogo, Bupati Sugiri Sancoko ngantor di Kecamatan Pudak, sejak Senin (20/6/2022). Kantor Camat Pudak dipilih Kang Giri, sapaan Sugiri, lantaran di sana wiayah dengan populasi ternak terbesar di Bumi Reog.

Selama berkantor di Pudak, Kang Giri ditemani Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya ingin terjun langsung ke Kecamatan Pudak agar tahu langsung kondisi di lapangan terutama para peternak yang terdampak PMK," ujar Kang Giri, Rabu (22/6/2022).

Dengan begitu, lanjutnya, pihaknya bisa mengambil kebijakan yang konkret dan tepat sebagaimana kondisi di Kecamatan Pudak.

"Setiap permasalahan sampai yang paling kecil-kecil itu ada solusinya," tegasnya.

Fokus Pemkab Ponorogo dalam penanganan PMK adalah pengobatan hewan ternak dan penanggulangan dampak ekonomi para peternak. Selain itu, sebagai bentuk pencegahan dilakukan penyekatan lalu lintas sapi yang keluar masuk Kabupaten Ponorogo.

"Kalau ekonomi sudah saya undang pihak bank sebagai pemberi pinjaman kepada para peternak untuk memberikan keringanan dalam pembayaran angsuran," jelasnya.

Bupati Sugiri Sancoko bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, saat berkantor di Kecamatan Pudak.Bupati Sugiri Sancoko bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, saat berkantor di Kecamatan Pudak.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Disampaikan Kang Giri, PMK berdampak sangat luar biasa bagi perekonomian para peternak. Untuk itu ia juga meminta dilakukan restrukturisasi pinjaman, bahkan jika perlu ada grace period atau tidak ada beban bunga sampai batas waktu tertentu. Sehingga jangan sampai ada kredit macet.

"Kami Pemkab Ponorogo akan bersurat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan pemberi modal bisa melakukan restrukturisasi kredit tersebut," bebernya.

"Kami juga telah menanggung semua biaya pengobatan hewan ternak yang terpapar PMK," terangnya.

Upaya lain yang telah ditempuh, yakni dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi, mulai dari UNMUH Ponorogo, UNIDA, hingga Institut Pertanian Bogor (IPB).

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Kami juga menerjunkan relawan dari dokter hewan, sehingga ketika ada laporan bisa segera ditindaklanjuti saat itu juga," lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Ponorogo, Masun menambahkan, per tanggal 20 Juni terdapat 6.274 kasus PMK di Ponorogo.

"Dari jumlah tersebut 80 persennya ada di Kecamatan Pudak. Memang populasi sapi di Kecamatan Pudak sangat padat, ada 12 ribuan ekor sapi di Pudak, mayoritas sapi perah," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.