Senin, 15 Jun 2026 21:28 WIB

Lagi, Warga Sidoarjo Tertipu Puluhan Juta Gegara Iming-iming Jadi ASN

Seragam yang diberikan pelaku diduga penipuan rekrutmen ASN di Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Seragam yang diberikan pelaku diduga penipuan rekrutmen ASN di Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Kasus dugaan penipuan bermodus rekrutmen ASN kembali terjadi di Sidoarjo. Gegara dijanjikan menjadi pegawai pemerintahan, warga Sidoarjo berinisial AS tertipu hingga Rp65 juta.

AS merupakan warga Desa Bluru Kidul, Sidoarjo. Ia mengaku ditipu oleh KSM (57) warga Dusun Beciro, Jumputrejo, Sukodono.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Saat ditemui di rumahnya, AS menjelaskan awal mula aksi dugaan penipuan itu. Saat itu, ia diberitahu oleh anak KSM berinisial HA (25) yang juga temannya, bahwa ayahnya bisa memasukkan orang sebagai pegawai di lingkungan pemerintahan.

AS juga diberitahu, jika saat itu lembaga pemerintahan sedang membutuhkan orang untuk ditempatkan sebagai pegawai penyalur gaji di LPSN-NKRI.

"Jadi kejadiannya itu bulan Oktober 2019. Saya ditawari teman saya itu (HA) kata dia, ayahnya bisa membantu memasukkan ke lembaga pemerintahan. Saya ndak punya pikiran aneh-aneh karena HA itu juga teman saya sekolah," ujar AS, Selasa (21/6/2022).

"Pas saya sama orang tua saya ke rumah HA, saat itu ditemui oleh ayahnya yakni KSM. Kata pak KSM, LP5N-NKRI itu semacam lembaga negara yang menyalurkan gaji para pegawai honorer," imbuhnya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

AS tak menaruh curiga meski sudah dimintai sejumlah uang sebagai jaminan bahwa berkas pendaftarannya bakal lolos. Dia dijanjikan penempatan untuk wilayah Sidoarjo.

"Saya akhirnya bersama orang tua saya datang ke rumahnya besoknya. Di sana kami menyerahkan uang Rp53 juta untuk pembayaran awal," ucapnya.

Sayangnya hingga Mei 2020, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terwujud. Malahan, AS masih dimintai uang oleh pelaku secara bertahap Rp2 juta dan Rp10 juta. Tujuannya untuk pengambilan nomor identitas pegawai negara.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Iya biar SK juga keluar. Tapi sampai sekarang gak ada kejelasan. Saya hanya dikasih seragam warna coklat saja," ujarnya.

Perkara tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Sidoarjo. AS berharap, bisa mendapatkan keadilan melalui laporan itu. Sehingga pelaku bisa mendapatkan efek jera.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.