Minggu, 21 Jun 2026 08:13 WIB

Musim Haji, Permintaan Tasbih Kayu Gaharu di Ploso Jombang Meningkat

Proses pembuatan tasbih kayu gaharu di Ploso Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Proses pembuatan tasbih kayu gaharu di Ploso Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Musim haji tahun ini mendatangkan berkah tersendiri bagi perajin tasbih kayu gaharu. Pasalnya, permintaan tasbih dari kayu yang memiliki aroma khusus itu meningkat. Seperti dialami Fachrur Rochman, perajin tasbih kayu gaharu asal Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang.

Menurut Rochman, permintaan tasbih berbahan kayu gaharu sedang mengalami peningkatan. Kenaikannya hingga 30 persen jika dibandingkan pada hari-hari biasa.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Hari biasanya hanya sekitar 10 kodi sampai 15 kodi. Tapi sekarang naik 2 kali lipat sehari, bisa 30 kodi. Karena tasbih gaharu sangat diminati dan banyak di cari masyarakat untuk oleh-oleh dari Tanah Suci," ungkap Rochman, Sabtu (18/6/2022).

Proses pembuatan tasbih kayu gaharu tidak rumit. Tahap awal, memilah bahan kayu gaharu untuk di buat tasbih. Kemudian dilakukan pemotongan terlebih dahulu. Selanjutnya dibentuk kotak seperti dadu dan dibor untuk memasang benang.

"Setelah itu baru diamplas hingga sampai bentuk bulat, dan dilakukan pengamplasan terakhir sampai berbentuk bahan tasbih yang mengkilap. Kemudian dilakukan perakitan tasbih dan tasbih dari kayu gaharu siap untuk dipasarkan," bebernya.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Harga tasbih kayu gaharu bervariasi. Mulai dari Rp5 ribu sampai Rp300 ribu per unit, tergantung ukurannya.

"Untuk pemasaran, kami jual secara online dan offline serta ke gerai atau toko. Lalu ke kolektor tasbih," tegasnya.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Kendala dalam memproduksi tasbih gaharu dari segi bahan baku. Sebab kayu gaharu mulai susah dicari.

"Agak sulit bahan bakunya. Tapi ya banyak permintaan di musim haji ini, omzet penjualan kami meningkat," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.