Selasa, 16 Jun 2026 17:08 WIB

Prostitusi Online Libatkan Buruh Pabrik dan Tiga Cewek di Jombang Terbongkar

Pemuda yang menjadi mucikari prostirusi online diperiksa Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pemuda yang menjadi mucikari prostirusi online diperiksa Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jombang (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang membongkar praktik prostitusi online di Kota Santri. Dalam kasus ini, seorang pemuda yang berperan sebagai mucikari diamankan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Jombang, Aiptu Sumaji menjelaskan, mucikari itu berinisial WN (25), warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penangkapan terhadap WN dilakukan pada Rabu (25/5/2022) lalu.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," jelas Sumaji, Jumat (17/6/2022).

Menurut Sumaji, kasus prostitusi online ini terbongkar setelah salah satu anggotanya melakukan penyamaran sebagai konsumen. Anggota menghubungi WN menggunakan aplikasi pesan singkat. Dalam aplikasi itu, WN pun menawarkan wanita muda yang bisa dipilih.

"Biasanya dia menawarkan anak buahnya lewat aplikasi itu. Kalau ada yang pesan, dia akan mengirim foto cewek yang ditawarkan. Jika cocok, kemudian janjian," papar dia.

Setelah melakukan penyamaran, polisi akhirnya menyergap WN di sebuah rumah kos wilayah Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kita sebelumnya memancing dia dengan menyamar sebagai pembeli hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan," tegas Sumaji.

Selain menangkap WN, dalam penggerebekan tersebut, polisi juga mengamankan cewek berinisal V yang dipekerjakan WN sebagai PSK dan seorang pria hidung belang berinisial Y.

Dalam pemeriksaan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik itu mengakui seluruh perbuatannya. Dia mengaku sudah satu tahun mempekerjakan sejumlah cewek untuk menjadi PSK melalui aplikasi.

Baca Juga: Awal 2026, 315 Istri di Bojonegoro Gugat Cerai Suami

"Dia mengaku punya tiga anak buah. Namun kita masih kembangkan untuk mengetahui adanya PSK lain yang terlibat," paparnya.

Sumaji menambahkan, dalam bisnisnya, WN membandrol cewek-cewek yang masih berusia sekitar 20 tahun itu Rp 450 ribu sekali kencan. Dari tarif itu, WN mengambil keuntungan Rp 100 ribu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.