Kamis, 18 Jun 2026 06:55 WIB

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Dadakan di Lamongan Wajib Kantongi Izin

Pemeriksaan berkala yang dilakukan petugas lapangan di Lamongan jelang Idul Adha. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pemeriksaan berkala yang dilakukan petugas lapangan di Lamongan jelang Idul Adha. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Keberadaan pasar hewan dadakan jelang Idul Adha biasanya dimanfaatkan para peternak untuk meraup untung dari penjualan hewan kurban. Lantas bagaimana keamanannya seiring merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)?

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan Imam Mukhtar menyebut, pendirian pasar hewan dadakan ini dilarang.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

"Kalau memenuhi syarat itu tidak apa-apa, tapi logikanya pasar hewan resmi saja kami (Disnakeswan) tutup, tentu pasar dadakan ini dilarang," ujar Imam Mukhtar, Jumat (17/6/2022).

Kendati demikian, Imam meminta agar para penjual dari kalangan peternak segera mengurus izin ke Disnakeswan. Tentu dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

"Pertama, kandangnya harus dilengkapi pagar, disediakan desinfeksi untuk hewan dan calon pembeli, selanjutnya harus ada disposal atau tempat pembuangan kotoran, dan tempat penyembelihan darurat," urai Imam.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Selain itu, lanjutnya, hewan yang dijual harus diperiksa kesehatannya terlebih dahulu. Setidaknya tidak memiliki gejala PMK pada hewan ternak sapi maupun kambing.

"Nanti ada surat yang menyatakan hewan ternak sehat, ini harus dilalui harus ada izinnya, nanti ada sendiri yang bagian penindakan jika ada penjual yang nekat," paparnya.

Menyikapi larangan itu, Imam memberi solusi agar jual-beli dilakukan di kandang. Transaksi di pinggir jalan pun tidak dilakukan peternak.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

"Tindakan jemput bola dengan mendirikan pasar hewan dadakan atau lapak hewan kurban semoga ditiadakan oleh para peternak untuk sementara waktu," jelasnya.

Sementara itu, penyebaran PMK di Lamongan telah menyebar di 24 kecamatan. Dari data Disnakeswan Lamongan, sebanyak 74.66 persen hewan ternak di Lamongan terpapar PMK dengan jumlah 1.976 dari 2.645 populasi.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.