Sabtu, 20 Jun 2026 09:24 WIB

DPRD Apresiasi Pemkot Surabaya Tebus Ijazah SMA Hingga Rp1,7 Miliar

Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati.(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati.(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati memberikan apresiasi atas langkah Pemkot Surabaya yang menebus ijazah pelajar SMA hingga Rp1,7 miliar. Diketahui, penebusan itu dilakukan karena Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dari 729 pelajar SMA tertahan di sekolah karena belum terbayar.

"Dana itu yang kami tahu juga dari Baznas ASN. Kami juga berterima kasih kepada ASN. Di sini, kami dari Komisi D mendukung agar program itu continue dan biaya oleh stakeholder yang lain," ucap Ajeng, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Sebelumnya Komisi D juga telah mengesahkan beasiswa bagi pelajar-pelajar SMA dengan kategori MBR. Program beasiswa tersebut merupakan turunan dari visi misi Wali Kota Surabaya yang menaruh perhatian lebih terhadap dunia pendidikan.

"Istilahnya kami memastikan dana-dana pengembangan SDM harus ditingkatkan sesuai dengan visi misi Pak Eri ketika dilantik. Kami juga di komisi D mendukung, ke depannya bisa continue," jelas Politikus Partai Gerindra itu.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Ia juga meminta agar bantuan dari Pemkot Surabaya bisa menyentuh seluruh siswa MBR mulai di tingkat SD, SMP, dan SMA yang tidak mampu melanjutkan sekolah sejak awal. Mulai memberikan seragam hingga alat tulis secara tepat sasaran.

"Seharusnya untuk biaya prasekolah itu juga harus di bantu. Dari warga MBR itu yang sekolahnya nonnegeri, biayanya ditanggung APBD kota Surabaya," katanya.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Ke depan, pihaknya berharap pola kolaborasi antara Dinas Pendidikan Jatim dengan pemerintah daerah bisa berjalan dengan masif dan berkelanjutan.

"Saya juga berharap ada program dari Dinas Pendidikan Jatim kurang lebih mengembangkan fasilitas anak-anak Surabaya atau bahkan Jawa Timur," tandasnya. (ADV) 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.