Jumat, 19 Jun 2026 02:52 WIB

Serap Komoditas Tani saat Harga Anjlok, Mas Dhito Siapkan BUMD Canda Bhirawa

Mas Dhito saat bertemu petani di BPP Kecamatan Papar. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat bertemu petani di BPP Kecamatan Papar. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tengah menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Canda Bhirawa untuk menyerap hasil komoditas pertanian saat harga pasar anjlok. Upaya itu diharapkan bisa menekan kerugian yang akan diderita para petani.

Rencana itu disampaikan Mas Dhito setelah mendengar keluhan dari para petani. Saat harga jual komoditas turun, kerugian harus ditanggung petani karena tidak sebandingnya harga jual dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"BUMD yang sekarang ada di pemerintahan Kabupaten Kediri ini khususnya adalah BUMD Canda Bhirawa yang sedang kita restrukturisasi. Nantinya kita sepakati bagaimana caranya Canda Birawa ini bisa menyerap (hasil panen petani)," kata Mas Dhito, Rabu (15/6/2022).

Penyerapan komoditas tani itu, lanjut Mas Dhito, bukan dititikberatkan ke jumlah serapan yang banyak. Melainkan upaya yang dilakukan dapat membantu petani mendapatkan harga yang sesuai.

Maka dari itu hasil komoditas pertanian yang bisa diserap BUMD nantinya bukan 100 persen, namun hanya sekitar 25 persen.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Paling tidak di saat harga ini rendah, di sini ada harga bagus yang bisa dibeli. Nah, ini bisa memberikan perhatian atau memberikan atensi kepada penjual atau pembeli yang lainnya," tutup Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo menambahkan, pemerintah selama ini telah memberikan bantuan kepada petani melalui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Terkait keluhan petani akan kebutuhan pupuk subsidi, dijelaskan bahwa kewenangan pupuk subsidi berada di tingkat produsen. Untuk mengurangi ketergantungan petani akan pupuk kimia, selain program DITO (Desa Inovasi Tani Organik) yang 100 persen organik, saat ini berjalan pula sistem pemupukan 50 persen kimia, 50 persen organik. Dan contoh demplotnya sudah ada di tiap kecamatan.

(ADV)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.