Kamis, 11 Jun 2026 23:51 WIB

Zulkifli Hasan Dilantik Jadi Mendag, PAN Janji Tetap Kritis

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat di Jawa Timur. (Foto: dok jatimnow.com)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat di Jawa Timur. (Foto: dok jatimnow.com)

Surabaya - Ketua umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perdagangan. Pelantikan Zulhas disambut positif Ketua DPW, PAN Jawa Timur (Jatim), Riski Sadiq.

Riski Sadiq memastikan, meski telah dilamar sebagai menteri dalam kabinet Indonesia Maju, PAN berkomitmen akan tetap kritis jika terdapat kebijakan yang tidak pro rakyat.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Mendukung itu bukan berarti ada keputusan kurang pas kita dukung. Kita memberikan gagasan, pikiran dan usul versinya PAN," ujar Riski saat dihubungi, Rabu (15/6/2022).

Masuknya PAN dalam struktur pemerintahan, tambahnya, akan lebih memudahkan pihaknya dalam memberikan masukan ke presiden.

"Tidak selalu di media, dalam ruang rapat, tapi bisa langsung disampaikan kepada (Presiden). Gagasan dan pikiran mudah-mudahan mewarnai bahan diskusi," imbuhnya.

Riski mengaku, sejak tahun lalu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PAN sudah bergabung dengan pemerintah. Partai berlambang matahari tersebut aktif memberikan gagasan maupun buah pikiran kepada presiden.

Baca Juga: Menko Pangan Tinjau MBG di Jombang, Dorong Percepatan Distribusi ke Sekolah Agama

"Kalau yang dibutuhkan kontribusi secara langsung dengan gabung kabinet, kita (PAN) sudah siap," katanya.

Bahkan, masuknya Zulhas dalam kabinet Indonesia Maju merupakan lamaran langsung dari Jokowi.

"Kalau sekarang ada InsyaAllah ada reshufle dan PAN diminta kirimkan wakilnya, dalam hal ini Pak Zulkifli Hasan ya Alhamdulillah, kita dukung. InsyaAllah PAN bisa kontribusi kepada pemerintah," imbuhnya.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Tinjau Harga dan Stok Bahan Pokok di Nganjuk

Dengan ditunjuknya Zulhas sebagai Menteri Perdagangan, Riski memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dideklarsikan oleh PAN, Partai Golkar dan PPP baik di pusat hingga cabang.

Karena, KIB memang dibentuk dengan rencana jangka panjang untuk membangun bangsa negara tanpa mengedepankan kepentingan ego masing-masing partai.

"Gak ada persoalan, karena KIB juga di pemerintahan. Ini justru akan menguatkan koalisi," tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.