Rabu, 17 Jun 2026 09:14 WIB

19.271 Anak di Ponorogo Menari Krido Warok Pecahkan Rekor Muri

Kang Giri menari bersama anak-anak memecahkan rekor Muri. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Kang Giri menari bersama anak-anak memecahkan rekor Muri. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sedikitnya 19.271 siswa taman kanak-kanak di Kabupaten Ponorogo memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Belasan ribu anak itu menari Krido Warok Cilik, Rabu (15/6/2022).

Pemecahan rekor itu terpencar di 21 kecamatan yang ada di Ponorogo. Untuk Kecamatan Ponorogo Kota, anak-anak dipusatkan di Alun-Alun Ponorogo.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Wismilak Kretek Slim Klik Pecahkan Rekor MURI

Pantauan jatimnow.com, anak-anak tersebut menari dengan pakaian kaos putih lengan panjang dan celana warna hitam layaknya Warok Ponorogo.

Tali kolor warok juga tersemat malingkar di perut masing-masing anak lengkap dengan udeng hitam di kepala. Sedangkan video menari di 21 kecamatan juga disiarkan langsung melalui Zoom Meeting yang juga diputar di alun-alun Ponorogo.

Ribuan anak-anak terlihat antusias mengikuti irama dan panduan dari masing-masing gurunya. Mereka tetap tersenyum walaupun matahari menyengat.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengatakan ini menjadi upaya untuk menumbuhkan semangat mengenalkan budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Mulai dari tari Krido Warok yang juga menjadi penabuh karakter budaya Reyog Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ponorogo tidak hanya jadi Kota Layak Anak, tapi juga pendidikan layak, gizi layak, untuk anak-anak yang dibebani amanah dan tanggung jawab negara ini," kata Kang Giri, panggilan akrab Sugiri, di Alun-Alun Ponorogo

Sementara itu, perwakilan Muri, Sri Widayati, menuturkan Tari Krido Warok Cilik dengan peserta PAUD dan TK terbanyak. Dalam artian telah sah untuk masuk ke dalam rekor dunia Muri Indonesia.

"Rekor tersebut masuk kedalam rekor ke-10.368 yang tercatat dalam Muri,” tutur Sri.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Di sisi lain, pemrakarsa tari, Wisnu Hadi Prayitno, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Ini merupakan hasil dari komunikasi dari seluruh guru-guru TK dan PAUD seluruh Kabupaten Ponorogo.

Juga sebagai upaya untuk mengedukasi anak-anak mengenal budaya Ponorogo. Gerakan-gerakan tari juga untuk menumbuhkan komunikasi antara satu anak dengan anak lainnya.

"Kita juga berusaha untuk anak-anak kecil ini bisa menerima kebudayaan Reyog Ponorogo, karakter Warok, sebagai cara mereka mengenal kesenian ini sejak dini,” pungkasnya. (adv)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.