Senin, 15 Jun 2026 00:19 WIB

Terkesan dengan Gunung Ijen, Tim Asesor UGG: Anda Punya Alam yang Bagus

  • Penulis :
  • | Sabtu, 11 Jun 2022 10:30 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim asesor Unesco Global Geopark (UGG) Martina Paskova.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim asesor Unesco Global Geopark (UGG) Martina Paskova.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Tim asesor Unesco Global Geopark (UGG), Martina Paskova dan Jacob Walloe telah memulai rangkaian penilaian (assessment) terhadap Geopark Ijen. Selain mengaku terkesan dengan keindahan kawasan Geopark Ijen, mereka juga berpesan untuk tetap melibatkan masyarakat lokal dalam proses pengembangan kawasan geopark. Bagi Martina, kekayaan budaya, geologi, dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Geopark Ijen merupakan hadiah dari alam yang harus dijaga keberlangsungannya.

Hal itu disampaikan Martina saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi, Kamis (9/6/2022). Hadir pula dalam kesempatan itu Bupati Bondowoso Salwa Arifin.

Baca Juga: Di Kaki Gunung Ijen, Kandang Komunal PTPN Tumbuhkan Harapan Baru

“Anda punya alam yang bagus, orang-orang yang menyenangkan, etnis yang beragam, kami sangat senang berada di sini,” kata dia.

Saat ini Geopark Ijen dalam proses pengajuan menjadi jaringan geopark dunia. Tim asesor melakukan serangkaian penilaian terkait kelengkapan geopark, mulai warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya di kawasan Geopark Ijen selama lima hari (9-13 Juni).

Keterlibatan masyarakat lokal, lanjut Martina, sangat penting dalam pengelolaan geopark. Bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kekayaan warisan budaya, geologi, dan keanekaragam hayati yang dimiliki, sehingga mereka tidak sekedar menikmati, namun juga mengetahui sejarahnya. Jadi timbul kebanggaan dan kesadaran untuk menjaga kelestariannya.

“Maka, libatkan masyarakat lokal. Biarkan mereka memiliki pengalaman yang luar biasa tentang kekayaan geoparknya,” kata Martina.

Untuk itu, Martina salah satunya sangat mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terkait pemberdayaan ekonomi rakyat yang melarang pendirian hotel melati. Banyuwangi hanya mengizinkan homestay dan hotel bintang tiga ke atas.

“Saya senang Anda fokus pada homestay. Mereka benar-benar otentik daripada hotel berbintang. Pahamilah bahwa geopark itu fokus pada masyarakat lokal. Bagaimana meningkatkan kualitas hidup penduduk lokal, serta meningkatkan pengetahuan dan rasa keingintahuan mereka akan wilayahnya. Itu yang penting,” kata Martina.

Baca Juga: Kopi Ijen, Syair Rasa dari Ketinggian Jawa Timur

Hal itu diamini Jacob Walloe, asesor Unesco asal Denmark. Menurutnya, masyarakat adalah bagian dari geopark itu sendiri. Maka keterlibatannya sangat diperlukan dalam pengembangan sebuah geopark.

“Anda semuanya adalah yang dinamakan Geopark. Kekayaan di dalamnya mulai dari unsur geologi, lansekap, dan semua yang ada di dalamnya menjadi satu kesatuan,” paparnya.

Pihaknya juga menyakinkan siap mendukung Geopark Ijen menuju global geopark.

“Kami berada di sini bukan semata-mata untuk memberikan penilaian. Tapi justru memberikan dukungan bagi Anda semua. Kami akan memberikan rekomendasi bagi Geopark Ijen,” ucap Jacob dengan semangat.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Siapkan Shelter Baru untuk Warga PAS

Sementara itu, Bupati Ipuk menjelaskan bahwa sejak ditetapkannya Geopark Ijen sebagai geopark nasional pada 2018, mendorong pihaknya mengajukan status Geopark Ijen menjadi Unesco Global Geopark.

“Karena kami percaya bahwa dengan meyandang status sebagai geopark global maka akan membawa konsekuensi bagi pembangunan daerah. Dengan geopark akan menjadi payung bagi pembangunan berkelanjutan di daerah,” kata Ipuk.

“Karena kami yakin dengan status sebagai geopark dunia, sebenarnya kami semua sedang menyiapkan rumah masa depan yang mampu memberikan dampak positif bagi warga. Mampu membangun konsep perekonomian dan pembangunan berkelanjutan dengan mengedepankan kearifan budaya lokal,” pungkas Ipuk.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.