Jumat, 19 Jun 2026 21:09 WIB

Mbak Cicha Ajak Masyarakat Kediri Kurangi Sampah Plastik, Begini Caranya

Mbak Cicha (kanan) dalam acara penyerahan penghargaan lomba kreasi daur ulang sampah di Taman Totok Kerot (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mbak Cicha (kanan) dalam acara penyerahan penghargaan lomba kreasi daur ulang sampah di Taman Totok Kerot (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito (Mbak Cicha) mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik. Caranya, dengan mengubah pola penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita bisa mengubah dari hal-hal kecil dimulai dari rumah tangga kita. Untuk mengurangi sampah plastik, kalau pergi-pergi, daripada beli air mineral mending membawa minum sendiri dari rumah, bawa sendok sendiri di dalam tas," terang Mbak Cicha dalam acara penyerahan penghargaan lomba kreasi daur ulang sampah di Taman Totok Kerot, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Lomba kreasi daur ulang sampah yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri itu merupakan bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022. Mbak Cicha mengapresiasi ibu-ibu PKK yang mampu mendaur ulang sampah menjadi berbagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

"Dengan kegiatan seperti ini (daur ulang sampah), mari kita berupaya mengurangi sampah plastik sesuai program 3R, reuse, reduce dan recycle," ungkapnya.

Sampah plastik diakui bisa menjadi ancaman bila tidak dikelola dengan baik. Hal itu lantaran sampah plastik sulit diurai tanah. Untuk itu, Mbak Cicha mengimbau agar masyarakat Kabupaten Kediri untuk tidak membuang sampah sembarang tempat.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti menambahkan, lomba ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga.

Harapannya, sampah yang ada dapat terpilah, mulai dari rumah tangga. Melihat hasil produk yang ditampilkan, dinilai cukup bernilai ekonomis sehingga bisa menjadikan sampah menjadi berkah.

"Kami berpesan supaya masyarakat memilah sampah yang organik dan an-organik. Yang organik bisa digunakan sebagai pupuk dan yang an-organik bisa dikreasikan untuk kerajinan," jelasnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

 

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.