Sabtu, 20 Jun 2026 01:17 WIB

Keren, Platform ini Hubungkan Ekosistem Wisata dan Industri Medis di Indonesia

Founder @medicaltourism.id, dr Niko Ashari Hidayat saat mempresentasikan platform bikinannya (Foto: Niko for jatimnow.com)
Founder @medicaltourism.id, dr Niko Ashari Hidayat saat mempresentasikan platform bikinannya (Foto: Niko for jatimnow.com)

Surabaya - Platform yang menghubungkan ekosistem wisata dan industri medis di Indonesia, khususnya di Surabaya bernama @medicaltourism.id masuk dalam 5 besar National Invesment Challenges Competition.

National Invesment Challenges Competition menjadi bagian acara Surabaya Business Forum (SBF) yang digelar di Balai Pemuda Surabaya pada Sabtu (21/5/2022) lalu.

Baca Juga: IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

Acara yang digagas Badan Pengurus Cabang Surabaya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729.

Founder @medicaltourism.id, dr Niko Ashari Hidayat mengatakan, platform digital ini dibuat berawal dari ide untuk mendekatkan informasi layanan kesehatan hingga ke rumah.

"Ketika masyarakat sakit jantung misalnya, melalui @medicaltourism.id dia bisa melihat dokter jantung yang unggul di Surabaya di mana, di Jakarta di mana atau di Bali di mana. Ketika pasien berobat, keluarga yang mengantar bisa berwisata," terangnya, Kamis (2/5/2022).

Dosen Fakultas Tehnologi Maju dan Multidisiplin Unair ini menjelaskan, @medicaltourism.id merupakan platform digital untuk mengenalkan layanan wisata kesehatan ke masyarakat. Yang dimulai dari lokal, tapi dampaknya dirasakan secara nasional.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Gagas Inovasi Plester Pendeteksi Kanker Hati

"Tag line Surabaya Business Forum ini kan Surabaya Berdaya. Dan ini rasanya seirama dengan kita, yang berasal dari lokal kota Surabaya namun impactnya ke nasional," sambung Niko.

Menurut Niko, Surabaya punya potensi besar mengembangkan wisata kesehatan. Sebagai kota metropolitan setelah Jakarta, Surabaya punya semua.

"Tempat layanan kesehatan dan beragam destinasi wisata, misalnya museum tourism, kuliner, sungai dan city tourism. Sekarang kolaborasi antara pemerintah kota, pelaku bisnis, media dan UMKM," tambahnya.

Baca Juga: XLSMART Genap Setahun, Jaringan dan 5G Makin Luas

Niko mencatat, kwalitas paramedis lokal tidak kalah dengan paramadis luar negeri. Misalnya ketika dibandingkan dengan Singapura. Namun yang perlu di tekankan adalah kemampuan soft skill.

"Bagaimana paramedis kita bisa berkomunikasi dengan baik sehingga membuat pasien merasa nyaman. Misalnya ditanya sering kondisi kesehatannya. Ini sebagai bentuk perhatian yang membuat pasien nyaman," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.