Senin, 22 Jun 2026 22:47 WIB

Mas Dhito Siapkan Sanksi untuk Kursus Musiman di Kampung Inggris

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 31 Mei 2022 11:19 WIB
Mas Dhito dalam kegiatan Pecel Baris di Kampung Inggris Kediri.(Foto: Humas Pemkab Kediri/Jatimnow.com)
Mas Dhito dalam kegiatan Pecel Baris di Kampung Inggris Kediri.(Foto: Humas Pemkab Kediri/Jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menyatakan keseriusannya dalam membangun Kampung Inggris di Kecamatan Pare. Ia bahkan siap memberi sanksi tegas bagi kursus musiman yang hanya ingin coba-coba mengambil peluang di Kampung Inggris.

"Kursus-kursus bahasa inggris yang cuma sebulan, dua bulan, tiga bulan, terus ngilang, itu nanti didata. Biar nanti gantian saya yang ngerjain. Dia berani ngerjain masyarakat, saya kerjain kembali nanti," katanya di hadapan pengurus FKB dan warga dalam pembukaan kegiatan Pecel Baris di lembaga kursus Global English, Kecamatan Pare, Selasa (31/5/2022).

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

Keberadaan kursus musiman itu, lanjut Mas Dhito, membuat resah lembaga lain yang tergabung dalam Forum Kampung Bahasa (FKB). Dampak adanya kursus musiman itu mencoreng citra Kampung Inggris dan sebagaimana keluhan yang diterima menjadikan orang yang mau datang belajar berkurang.

"Kursus-kursus yang begini (musiman) kami beri sanksi saja. Saya tentunya (akan) berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," bebernya.

Pengetatan bagi lembaga kursus bahasa di Kampung Inggris Pare telah dilakukan dengan menerapkan sistem pendaftaran di FKB. Pendaftaran bagi lembaga kursus bahasa itu untuk menyeleksi lembaga yang benar-benar kompeten memberikan pelatihan bahasa Inggris.

"Artinya kalau tidak teregistrasi di FKB dengan desa, maka otomatis akan kami minta untuk keluar dari Kampung Inggris," tegas Mas Dhito.

Baca Juga: 73 Persen Lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Tembus PTN Jalur SNBT

Sejauh ini, sudah ada 164 lembaga kursus bahasa yang terdaftar di Kampung Inggris. Untuk menjaga kualitas pendidikan, Mas Dhito mengaku telah meminta Dinas Pendidikan membuat standarisasi kurikulum dengan berkoordinasi bersama FKB.

Keluhan terhadap lembaga kursus musiman itu sebelumnya pernah disampaikan pengurus FKB karena program yang ditawarkan tidak sejalan dengan yang diberikan. Keluhan itu bahkan dirasakan Muhammad Kalend Osen, pendiri Basic English Course (BEC) yang menjadi cikal bakal Kampung Inggris Pare.

Tingginya animo masyarakat untuk belajar bahasa di Kampung Inggris Pare, membuat lembaga kursus-kursus musiman datang memanfaatkan peluang. Kondisi itu menjadi kekhawatiran Kalend Osen, yang berkomitmen menjaga mutu pembelajaran.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Yang kami khawatirkan munculnya kursus-kursus musiman, yang tiba-tiba muncul tiba-tiba menghilang. Ini mengganggu kami yang sudah berpuluh-puluh tahun. Rasanya mohon maaf itu mengganggu kami," ucapnya.

(ADV)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.