Jumat, 19 Jun 2026 12:37 WIB

Jelang Idul Adha, Peternak di Lamongan Ketar-ketir Sapinya Tak Laku Gegara PMK

Peternakan sapi di Lamongan. (Foto: Dok. Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Peternakan sapi di Lamongan. (Foto: Dok. Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Sebulan jelang Idul Adha, Peternak sapi di Lamongan mulai ketar-ketir memikirkan nasib mereka yang semakin di ujung tanduk usai penyakit mulut dan kuku (PMK) mewabah.

Meraka mengkhawatirkan sapi peliharaan yang khusus dipersiapkan untuk Idul Adha tidak laku terjual. Padahal mereka juga sudah keluar biaya yang cukup besar untuk perawatan.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Kondisi ini dirasakan oleh Suratman peternak yang berencana menjual 10 ekor sapi saat Idul Adha mendatang.

"Sebabnya PMK, penjualan menurun padahal sapi-sapi peliharaan saya sehat namun daya beli sapi sangat lesu padahal jelang Idul Adha," ungkap Suratman, Kamis (2/6/2022)

Bak menelan pil pahit, para peternak termasuk Suratman ini mengaku bingung lantaran seluruh akses penjualan dihentikan. Belum lagi biaya perawatan serta mindset warga yang menganggap seluruh sapi saat ini terjangkit PMK dan memilih menghindarinya.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

"Kalau disimpan terus malah ada yang curiga kena penyakit, ditawarkan keluar belum boleh. Pusing mikir PMK, Mas," gerutunya.

Menurutnya harga jual pun akan mengalami penurunan drastis. Akhirnya, momen Idul Adha yang diharapkan bisa meraih keuntungan justru malah rugi.

"Ya kalau secara bisnis hitungannya rugi. Harusnya kan di sini bisa dijual di harga belasan juta. Mau nggak mau harus turun harga, bisa- bisa di bawah sepuluh juta," lanjutnya.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

Sedangkan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Moh Wahyudi mengungkapkan, pihaknya memaklumi apa yang menjadi keluhan para peternak atau kelompok pengusaha sapi.

"Jika kondisi membaik, sudah pasti akan ada pasar yang dibuka," kata Wahyudi menanggapi curhatan peternak sapi jelang Idul Adha.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.