Senin, 22 Jun 2026 07:38 WIB

Dongkrak Perekonomian, Stasiun Kereta Gantung di Kota Batu Dijadikan Lokasi UMKM

Komisaris Utama PT Janaka Group Indonesia, Rino Lande. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Komisaris Utama PT Janaka Group Indonesia, Rino Lande. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Kereta gantung mulai dibangun pada Agustus 2022 mendatang di Kota Batu, dengan peletakan batu pertama secara simbolis bertempat di Desa Oro-oro Ombo.

Telah dilakukan MoU pembangunan kereta gantung yang dijalin oleh Among Tani Foundation (ATF) Kota Batu dan PT Among Tani Indonesia (ATI) serta perusahaan asal Austria, Doppelmayr Garaventa Group, Rabu (1/6/2022) kemarin.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Pembangunan ini pun sudah masuk dalam proyek strategis nasional yang secara regulasi dituangkan dalam Perpres nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jawa Timur.

Bahkan megaproyek ini sama sekali tak memiliki sangkut paut dengan RPJMD kepala daerah Kota Batu 2017-2022. Selain itu, pendanaanya tidak masuk dalam anggaran pemerintah, baik APBN maupun APBD, tapi murni swasta dan masyarakat.

Pembangunan kereta gantung sepanjang 1 kilometer diperkirakan menelan biaya sekitar Rp300-Rp400 miliar secara bertahap. Pembangunan rute sepanjang 1 kilometer masih sebuah permulaan. Selanjutnya, tak menutup kemungkinan lintasannya bakal diperpanjang.

Jadi kebutuhan biaya itu dihimpun melalui investasi pihak swasta dengan porsi 50-60 persen. Selanjutnya 30 persen dari keterlibatan masyarakat Kota Batu yang dibentuk dalam sebuah badan hukum berupa koperasi maupun CV.

Dengan konsep tourism menjadikan kereta gantung ini yang pertama kali ada di Indonesia yang berdiri di kawasan pegunungan. Serta menggunakan sistem pendanaannya 100 persen dana mandiri dari pihak swasta.

Hal itu pun membuat menarik sejumlah perusahaan swasta untuk jadi investor. Seperti PT Janaka Group Indonesia. Pembangunan ini menjadi peluang besar memajukan wisatawan dan dampak positif pada perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Komisaris Utama PT Janaka Group Indonesia, Rino Lande mengatakan Kota Batu memiliki wilayah pegunungan cukup bagus dan indah. Karakter ini diyakini bisa menjadikan Kota Batu baromoter wisata di Indonesia.

"Dengan karakter yang berbeda ini bisa-bisa Kota Batu bisa nampak seperti Swiss. Kita yakin adanya pembangunan ini berdampak untuk masyarakat. Terlebih stasiun-stasiun kereta bisa dijadikan tempat promosi UMKM dan berjualan," bebernya.

Selain itu bila pembangunan itu sudah terealisasi, Kota Batu akan jadi destinasi wisata favorit di Jatim maupun Indonesia. Sebab itu, sebagai pihak swasta dirinya sangat ingin berinvestasi dalam pembangunan tersebut.

"Kita berani menaruh investasi sebesar itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya dia sudah melihat data dan statistik kunjungan wisata di Kota Batu dua tahun lalu atau tepatnya tahun 2019. Dimana angka kunjungan wisata di Kota Batu saat ini berhasil tembus hingga 7 juta kunjungan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

"Kami lihat konsumsi wisatawan yang datang ke Bali dalam sekali berkunjung bisa tembus sampai Rp 2-3 juta. Sedangkan kalau di Kota Batu tingkat konsumsi wisatawan bisa sampai Rp 500 ribu. Jika dihitung kunjungan wisatawan dalam satu tahun, maka hasilnya sudah triliunan. Maka dari itu, ini yang coba kami kerjakan dan kembalikan kepada masyarakat," tegasnya pria yang juga menjadi komisaris PT Among Tani Indonesia ini.

Apalagi adanya teknologi berskala internasional pasti mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pariwisata Kota Batu. Serta berimbas pada kesejahteraan masyarakat Kota Batu yang lebih baik lagi.

"Adanya ruang itu pastinya bisa memberikan ruang keterlibatan dan transfer pengetahuan, ketenagakerjaan dan kepemilikan atas hadirnya kereta gantung ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.