Minggu, 14 Jun 2026 12:30 WIB

Wabah PMK di Bangkalan Dilaporkan Meluas hingga 14 Kecamatan

Petugas melakukan pengobatan pada sapi di kandang karantina, Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan beberapa hari lalu (Foto: Facebook Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan)
Petugas melakukan pengobatan pada sapi di kandang karantina, Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan beberapa hari lalu (Foto: Facebook Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan)

Bangkalan - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak, terutama sapi di Kabupaten Bangkalan, dilaporkan meluas hingga 14 kecamatan dari jumlah total 18 kecamatan.

14 kecamatan di Bangkalan itu meliputi Kecamatan Tanjung Bumi, Sepulu, Konang, Modung, Klampis, Tanah Merah, Galis, Kokop, Arosbaya, Socah, Kamal, Geger, Kwanyar dan Blega.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Jumlah sapi yang suspect PMK, dilaporkan sebanyak 310 ekor. Sementara yang terkonfirmasi positif PMK berdasarkan hasil uji lab, berjumlah 17 ekor sapi.

Di sisi lain, empat kecamatan yang belum ada laporan suspect PMK yaitu Labang, Burneh, Tragah dan Bangkalan Kota.

Kabid Keswan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan sekaligus Jubir Satgas Petasan SIAGA PMK, drh Ali Makki menjelaskan, saat ini tambahan suspect baru terus berjalan, termasuk sebaran yang semakin meluas.

"Walaupun tidak semua kecamatan kasusnya menunjukan angka yang banyak. Tapi sebarannya dari 18 kecamatan, sudah 14 kecamatan ada laporan suspect," terang Ali Makki saat dihubungi, Rabu (1/6/2022).

Menurutnya, kasus PMK pertama kali ditemukan di kandang karantina, Kecamatan Tanjung Bumi, pada 11 Mei 2022. Sapi-sapi yang ada di karantina hendak dibawa keluar Madura menuju Kalimantan dan Bangka Belitung.

Baca Juga: Kasus PMK di Kediri Naik Lagi: 1 Ekor Mati, 5 Dipotong Paksa

"Waktu itu kami mudah penanganannya karena di satu tempat tersiolisir, kami langsung lakukan pengobatan, walaupun itu sebenarnya wilayah karantina. Kami berfikir kalau ini dibiarkan dan dibawa ke luar untuk dipotong dan sebagainya, malah mengancam di luar lokasi itu," papar dia.

Pihaknya menerjunkan tim dokter hewan lengkap dengan obat-obatan, dan melakukan pengobatan. Kemudian dinyatakan terkendali pada 23 Mei 2022. Sebab sapi-sapi suspect yang sudah diobati, dari awal 12 ekor suspect yang ditemukan dan terakhir suspect di angka 37 ekor, semuanya dinyatakan sembuh secara klinis.

Di mana tanda-tanda yang muncul seperti demam tinggi, lepuh-lepuh di mulut, hidung, lidah dan guzi mirip sariawan sudah hilang. Setelah kasus di sana, Kabupaten Sampang mulai terkena.

"Saya sudah warning ke teman-teman petugas bahwa Sampang tertular juga terutama di perbatasan. Pada 24 Mei muncul di Modung, kebetulan daerah perbatasan. Lalu Blega, Konang sudah mulai kena. Jadi bergerak terus dari tanggal 24 sampai hari ini sudah 14 kecamatan," jelas Ali Makki.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Ali Makki menambahkan, SOP petugas ketika menemukan suspect PMK pada hewan ternak langsung melakukan pengobatan dan isolasi. Total suspect di Bangkalan sebanyak 310 ekor sapi, lalu yang dinyatakan sembuh di karantina sebanyak 32 ekor.

Sementara yang 5 ekor sapi di karantina dipotong oleh pemiliknya dengan alasan ekonomi. Sedangkan untuk sapi suspect PMK yang lain masih belum dinyatakan sembuh karena belum melewati masa 14 hari.

"Berdasarkan pengalaman jika tidak terlambat penanganan bisa sembuh, angka kematian di kami belum ada laporan kematian. Tapi memang butuh waktu untuk pengobatan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.