Senin, 15 Jun 2026 18:24 WIB

Pemkot Mojokerto Latih Puluhan Warga Terdampak PHK Buat Klompen

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala DiskopUKMperindag Ani Wijaya.(Foto: Diskominfo Kota Mojokerto for jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kepala DiskopUKMperindag Ani Wijaya.(Foto: Diskominfo Kota Mojokerto for jatimnow.com)

Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melatih sebanyak 30 warga terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk membuat klompen atau sandal dan sepatu kayu. Pelatihan, pendampingan dan pemberian modal ini guna menyiapkan industri kreatif agar menjadi kota pariwisata yang selalu didukung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

"Kota Mojokerto salah satu prioritasnya mewujudkan menjadi kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Setiap yang datang dan berwisata pasti butuh oleh-oleh untuk dibawa pulang. Itulah yang harus kami siapkan pula," kata Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

Mereka yang dilatih adalah bagian yang disiapkan Pemkot Mojokerto menjadi penyedia oleh-oleh khas Kota Mojokerto.

"Kalau Kota Mojokerto sudah terkenal sebagai penghasil alas kaki, sepatu dan sandal bahkan sudah menjadi komoditas ekspor, kenapa tidak mencoba sertifikasi usaha alas kaki yang berbahan dasar kayu seperti ini. Menarik sekali," jelasnya

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Mengingat persaingan pasar yang ketat, Ning Ita ingin agar produk alas kaki berbahan kayu atau klompen yang dibuat peserta pelatihan harus memiliki ciri khas Majapahitan. Dia juga berharap Kota Mojokerto memiliki ciri khas pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Kami masukan unsur kerajaan Majapahit dalam klompen ini. Baju sudah saya patenkan, warna khasnya Kota Mojokerto adalah terakota, batiknya adalah batik matahari, pengembangan dari surya Majapahit. Kalau nanti sandalnya sekalian kami bisa patenkan itu, kami akan punya ciri khas pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki," ujarnya.

Baca Juga: Kota Mojokerto Raih Predikat Kota Terinovatif IGA 2024

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menambahkan, pelatihan pembuatan klompen bertujuan untuk penyegaran dari produk alas kaki di Kota Mojokerto.

"Ini baru pelatihan dasar. Tapi kami akan terus melakukan pendampingan agar produk yang dihasilkan wirausaha pemula khususnya terkait klompen ini bisa lebih baik dan sempurna," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.