Minggu, 21 Jun 2026 04:07 WIB

Begini Kesan Peselancar Dunia Usai Jajal Ombak G-Land Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 28 Mei 2022 10:31 WIB
Aksi peselancar di ajang World Surf League (WSL).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Aksi peselancar di ajang World Surf League (WSL).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi - World Surf League (WSL) digeber di Pantai Plengkung (G-Land), Banyuwangi. Ajang selancar paling bergengsi di dunia itu diikuti peserta dari berbagai negara.

Berbagai atraksi budaya turut memeriahkan ajang internasional tersebut. Jaranan Buto hingga Tari Gandrung mewarnai acara pembukaan. Penampilan seniman dari Sanggar Tari Alang-Alang Kumitir, Tegaldlimo, membuat para peselancar terbaik dunia sangat senang. Mereka berdiri dari tempat duduknya dan menyorotkan kamera handphonenya.

Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Siapkan Shelter Baru untuk Warga PAS

"Ini pembukaan yang paling meriah dari berbagai pertandingan yang pernah saya ikuti di berbagai negara. Banyuwangi luar biasa. Kami disambut dengan budaya Indonesia," ungkap peselancar perempuan asal Amerika Serikat, Lakey Peterson dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (28/5/2022).

Aksi peselancar di ajang World Surf League (WSL).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)Aksi peselancar di ajang World Surf League (WSL).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Hal sama juga diungkapkan peselancar asal Brazil, Gabriel Medina. Ia takjub dengan pertujukan kesenian khas Banyuwangi itu. "Sambutan pembukaannya sangat menyenangkan. Tarian dan pertunjukannya, semuanya sangat keren. Inj ajang selancar paling keren," ujar lelaki kelahiran 1993 itu.

Para peselancar terbaik dunia yang berkumpul di Banyuwangi juga merasakan tantangan sekaligus kekaguman terhadap pesona ombak G-Land Banyuwangi. Pantai ini dikenal memiliki ombak kiri terbaik dunia. Dengan ketinggian ombak 6-8 meter dan panjang 2 kilometer, G-Land menjadi destinasi impian.

Para peselancar dunia yang pertama kali menjajalnya langsung terbius oleh ombak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo itu. Salah satunya peselancar asal Brazil, Jadson Andre.

"Saya berani mengatakan bahwa hari ini adalah hari selancar terbaik dalam hidup saya. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan untuk semuanya," tulisnya pada unggahan di media sosial saat menjajal ombak G-Land.

Aksi peselancar di ajang World Surf League (WSL).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)Aksi peselancar di ajang World Surf League (WSL).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Baca Juga: Mensos Berharap Banyuwangi jadi Pelopor Sekolah Rakyat

Bahkan bagi sejumlah peselancar yang pernah menjajal keasyikan G-Land mengakui hal tersebut dengan cukup sentimentil. Seperti halnya yang diungkapkan Kelly Slater. Peselancar asal Amerika Serikat itu pernah menjadi jawara saat WSL digelar di G-Land Banyuwangi pada 1995.

"Terima kasih telah menyambut kembali di Banyuwangi dengan baik dan dengan segala keramahannya. 27 Tahun yang lalu saya di sini, dan tahun ini senang bisa berada di sini kembali. Kami menantikan untuk bisa datang di event ini," aku atlet kelahiran 1972 itu.

Sementara itu, Rio Waida, satu-satunya peselancar asal Indonesia yang berlaga di WSL seri G-Land merasa senang dengan penyelenggaraan tersebut. Ia mematok target bisa memenangkan kompetisi pada seri keenam lomba selancar paling prestisius yang diselenggarakan sejak 1976 itu.

"Saya akan berusaha untuk menjadi pemenang demi bangsa Indonesia," aku pemuda yang baru saja menjuarai Sydney Surf Pro 2022 beberapa waktu lalu.

Baca Juga: BPK Berikan Opini WTP untuk Pemkab Banyuwangi, Prestasi Selama 13 Tahun Berturut

Antusiasme dari para peselancar dunia itu, menurut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, tak ubahnya motivasi. Ia meyakini, dengan suksesnya penyelenggaraan WSL, bisa menjadi momentum untuk mendongkrak pemulihan wisata di ujung Timur Jawa ini pasca-pandemi.

"Kepuasan para surfer dunia ini menjadi motivasi bagi kami. Ini tentu akan menjadi momentum untuk pariwisata Banyuwangi kembali bangkit," cetusnya.

Ipuk juga berharap nantinya G-Land menjadi venue tetap pelaksanaan seri WSL pada tahun-tahun mendatang. Sekaligus juga menjadi tujuan favorit para pecinta selancar dari seluruh dunia. Apalagi, infrastruktur Taman Nasional Alas Purwo kini semakin baik.

"Semoga dengan suksesnya acara ini, tahun depan WSL kembali digelar di G-Land. Para pesertanya terus mempromosikan Banyuwangi di media sosialnya. Sehingga mengundang para surfer seluruh dunia untuk datang ke sini," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.