Kamis, 11 Jun 2026 10:50 WIB

Pemulung di Jombang Ditemukan Tewas dalam Selokan

Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat di Desa Plosogeneng. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat di Desa Plosogeneng. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Diduga karena penyakitnya kambuh, Slamet Santoso (43), seorang pemulung asal Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dalam saluran air Perumahan Astapada 1, Desa Tambakrejo, Kamis (26/5/2022) siang.

Slamet ditemukan pertama kali oleh warga sekitar pukul 13.30 WIB, saat kondisi area perumahan sedang sepi.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Gandung Yudiarno warga setempat mengatakan, sebelumnya ia tengah berada di sekitar lapangan perumahan. Ia kemudian melihat benda menyerupai manusia dalam posisi telungkup berada di saluran air sisi barat.

“Ada kaos warna oranye di got, waktu saya lihat ternyata ada orang tertelungkup di situ,” katanya.

Gandung pun memberitahukannya kepada warga dan petugas kepolisian. Beberapa saat kemudian, jenazah dievakuasi lapangan.

“Waktu dicek tadi ada karung juga di atas, kemungkinan korban terjatuh terus meninggal,” bebernya.

Baca Juga: Misteri Mayat Penuh Luka di Gurah Kediri, Diduga Korban Kecelakaan

Menurutnya, Slamet merupakan seorang pemulung yang setiap hari berkeliling di perumahannya.

“Seluruh warga di sini tahu walaupun tidak kenal namanya, dia juga bawa sepeda ditaruh di barat itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jombang AKP Bambang memastikan telah menerima laporan adanya penemuan mayat. Setibanya di lokasi, petugas melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Jenazah juga telah dievakuasi ke rumah sakit pada pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Persawahan Kediri

“Hasil visum luar tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan, diduga korban meninggal karena sakit,” terang Bambang.

Dikatakan Bambang, dari keterangan pihak keluarga diketahui bahwa korban mengidap penyakit epilepsi sejak kecil, dan sering kambuh.

“Karena itu, kemungkinan korban sedang kambuh dan tercebur ke got dan meninggal. Jenazahnya diserhkan ke keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.