Kamis, 18 Jun 2026 12:18 WIB

Bulan Menggambar Nasional, Belasan Perupa di Kota Kediri Unjuk Gigi

Salah satu perupa di Kota Kediri menggambar Gereja Merah (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Salah satu perupa di Kota Kediri menggambar Gereja Merah (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Para perupa dari Rupa Kita ngumpul bareng di halaman Perspustakaan Umum Kota Kediri untuk merayakan Bulan Menggambar Nasional, Kamis (26/5/2022).

Dalam acara itu, 15 perupa kompak untuk menggambarkan obyek-obyek bersejarah di Kota Kediri seperti Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri atau Jembatan Lama yang berusia 152 tahun. Jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 5,8 meter itu merupakan penghubung wilayah barat dan timur sungai.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Ada pula Gereja Merah, bangunan cagar budaya yang berada di seputaran Bundaran Sekartaji, Kota Kediri. Juga Monumen Kediri Syu yang letaknya persis di depan gereja peninggalan Hindia-Belanda yang hingga saat ini masih menyimpan Injil kuno Tahun 1867 tersebut.

Kemudian Masjid Agung, Balai Kota Kediri dan Goa Selomangleng, goa pertapaan Dewi Kilisuci.

"Sebenarnya kita nggak ada tema khusus, cuman memang kemarin pas temen-temen mau bikin acara Bulan Menggambar Nasional ini yang terpikirkan ya obyek-obyek di Kota Kediri ini," terang salah satu perupa, Bambang Suharsono.

Salah satu perupa di Kota Kediri menggambar Goa SelomanglengSalah satu perupa di Kota Kediri menggambar Goa Selomangleng

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Meski kompak dengan tema gambar yang sama, tapi setiap perupa menggunakan teknik berbeda. Di antaranya teknik lukis, sketsa serta penggabungan teknik lukis dan origami.

Menurut Bambang, Bulan Menggambar Nasional merupakan ajang pemanasan untuk para perupa di Kediri setelah lama vakum karena Pandemi Covid-19 yang memaksa mereka menahan diri. Selanjutnya mereka akan menggelar event lebih besar serta pameran-pameran untuk mewadahi karya para perupa di Kota Kediri.

"Ini kita anggap pemanasan. Pemanasan temen-temen ya di sini, setelah pandemi mereda, mulai longgar," tambahnya.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Terkait perkembangan seni rupa di Kota Kediri, Bambang menyebutnya cukup berkembang pesat. Beberapa komunitas anak muda juga rajin menggelar pameran-pameran baik skala kecil maupun besar.

"Di Kota Kediri saya liat bergeliat bagus. Temen-temen mural juga jalan, beberapa kelompok saya lihat juga sering menggelar pameran," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.