Kamis, 18 Jun 2026 08:44 WIB

Aksi Vandalisme Teror Ruang Publik Kota Mojokerto, Satpol PP Buru Pelakunya

Salah satu aksi vandalisme yang terjadi di Kota Mojokerto. (Foto: Grup WhatsApp)
Salah satu aksi vandalisme yang terjadi di Kota Mojokerto. (Foto: Grup WhatsApp)

Mojokerto - Aksi mencoret-coret tembok dengan liar terjadi di beberapa titik di Kota Mojokerto. Aksi vandalisme itu terlihat ada di Jalan Gajahmada, Jalan Empunala, Jalan Brawijaya ke arah Gubug Wayang, dan Jalan Kartini.

Seperti di Jalan Gajah Mada, jembatan yang telah dipugar atau renovasi dengan nuansa Majapahitan keindahannya sedikit terganggu dengan coretan liar tersebut.

Baca Juga: Cegah Perusakan, KAI Daop 7 Libatkan Pelajar Madrasah di Nganjuk Jadi Agen Keselamatan KA

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Modjari mengatakan, ada 8 titik teridentifikasi menjadi sasaran aksi vandalisme ini.

"Rata-rata dilakukan di lokasi yang sepi dan jauh dari kerumunan. Mereka paham, titik-titik tersebut jarang dilewati oleh patroli Satpol PP," kata Modjari, Kamis (26/5/2022).

Ia menambahkan, aksi coret-coret itu dilakukan ketika malam hari di atas pukul 22.00 WIB atau di luar jam patroli rutin yang dilaksanakan Satpol PP.

Baca Juga: Kisah Bu Diyem, 55 Tahun Mendorong Gerobak Jamu hingga Baitullah

"Kalau siang dan sore hari itu tidak mungkin, karena mereka juga khawatir aksinya diketahui petugas. Kita prediksi dilakukan malam hari, karena ada satu titik, yang bisa kita jadikan tracing untuk mengetahui waktu kejadian corat coret tersebut," terangnya.

Menurut mantan Camat Magersari ini, pihaknya akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk meminta rekaman CCTV di salah satu titik kejadian untuk mencari dan mengidentifikasi pelaku vandalisme tersebut.

"Secepatnya akan kita tracing melalui rekaman CCTV Dishub. Jika teridentifikasi, pelaku akan kita amankan untuk dilakukan pembinaan," tukasnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Dirinya memohon kerja sama sejumlah pihak untuk bisa melakukan pencegahan aksi vandalisme ini. Salah satunya dengan memberikan ruang penyaluran kreativitas bagi seniman grafiti dinding agar minat dan kreativitas mereka terarah dan tidak melanggar aturan serta hukum.

"Kita koordinasikan dengan dinas terkait, baik itu Dinas P dan K ataupun Disparpora Kota Mojokerto. Kita cari solusi terbaik tanpa menyudutkan salah satu pihak karena bagaimanapun juga pencegahan lebih baik dari pada penindakan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.