Kamis, 18 Jun 2026 14:11 WIB

Arkeolog Yakini Lamongan Pernah Jadi Ibu Kota Kerajaan Airlangga, Ini Buktinya

Arkeolog Dwi Cahyono saat memaparkan bukti peradaban Airlangga di kawasan Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah / jatimnow.com)
Arkeolog Dwi Cahyono saat memaparkan bukti peradaban Airlangga di kawasan Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah / jatimnow.com)

Lamongan - Arkeolog Dwi Cahyono menyebutkan, dulunya kawasan Lamongan teridentifikasi sebagai ibu kota Kerajaan Airlangga. Hal itu didukung dari banyaknya temuan prasasti. Pria yang juga dosen Universitas Negeri Malang itu sekaligus menjelaskan mengenai sistem pengairan kuno yang banyak ditemui di Lamongan bagian Selatan.

"Di Lamongan ditemukan lebih dari 20 buah prasasti dari masa Airlangga, baik itu yang masih utuh maupun yang sudah rusak," kata Dwi Cahyono saat menjadi pembicara pada sarasehan dan bedah buku Garudamukha yang berlangsung di ruang Gajahmada Pemkab Lamongan, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Diceritakan, salah satu prasasti yang disebut Pucungan ditemukan di Lamongan adalah saksi awal penobatan Airlangga sebagai raja. Pada masa sesudahnya pun, tandas Dwi, yaitu ketika Airlangga terdesak dan membuat pemerintahan dalam pelarian juga ditemukan di Lamongan. Yaitu melalui Situs Candi Patakan di Kecamatan Sambeng yang digunakan Airlangga sebagai Kedatuan.

"Sumber data yang besar yang tersebar di seluruh penjuru Lamongan mulai masa awal hingga akhir Airlangga ini menjadi petunjuk awal jika centrum aktivitas Airlangga sangat mungkin terjadi di Lamongan, lebih khususnya Lamongan bagian selatan," ujarnya.

Atas dasar arkeologis maupun jejak arsitektur berupa candi, maka tidak menutup kemungkinan tanah Lamongan adalah satu kawasan yang pernah menjadi salah satu ibu kota Kerajaan Airlangga.

"Sangat mungkin pula, ketika Prapanca menulis Arjunawiwaha itu ditulis di Kedatuan Kahuripan yang lokasinya ada di Lamongan bagian Selatan," lanjutnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Bahkan tidak menutup kemungkinan pula, kedatuan utama ketika masa keemasan Airlangga yaitu masa Kahuripan berlokasi di sekitar Lamongan Selatan.

"Sangat mungkin juga, ibu kota Kerajaan Jenggala periode awal itu juga berada di Lamongan. Karena penguasa Jenggala merupakan keturunan selanjutnya dari Airlangga," papar Dwi.

Pemilihan Lamongan menjadi lokasi Airlangga, terang Dwi, karena wilayahnya yang strategis di masa lalu dengan kondisi geografisnya seperti perbukitan dan sungai-sungai.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Kajian geohistori semacam ini bisa dimanfaatkan sebagai referensi untuk pembangunan saat ini yang mengambil teladan masa lalu," imbuhnya.

Budayawan Lamongan Supriyo juga mengungkapkan banyak hal terkait penemuan jejak sejarah masa lalu selama ini. Banyak prasasti di Lamongan. Selain prasasti cane, ada juga prasasti Balawi tahun 1227, prasasti Lamongan, prasasti Biluluk dan banyak lagi prasasti-prasasti lainnya yang ditemukan.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.