Rabu, 17 Jun 2026 13:06 WIB

Hari Jadi ke-453 Lamongan

Napak Tilas Sejarah Kejayaan Lamongan dalam Buku Garudhamukha

Supriyo, salah satu penulis dan sejarawan Lamongan usai mengisi acara bedah buku Garudamukha (Foto: Adit/jatimnow.com)
Supriyo, salah satu penulis dan sejarawan Lamongan usai mengisi acara bedah buku Garudamukha (Foto: Adit/jatimnow.com)

Lamongan - Menapaki perjalanan Kabupaten Lamongan sebagai satu bagian penting dari sebuah sejarah. Untuk itu, pemkab setempat menggelar bedah buku Garudhamukha.

Kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian menyambut Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-453 yang akan jatuh pada 26 Mei 2022.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Pertemuan itu banyak mengulas napak tilas kejayaan di bumi Lamongan yang konon pernah digdaya pada abad XI-XV M yang berhasil dijadikan buku bunga rampai yang ditulis beberapa tokoh.

Diceritakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes), tepat 1000 tahun lalu, kejayaan Lamongan telah dimulai. Yaitu dibuktikan melalui pengukuhan Prasasti Cane oleh Sri Maharaja Airlangga di Desa Candisari, Kecamatan Sambeng dengan simbol Garudamukha.

"Bahwa tiada kejayaan tanpa perjuangan. Memang untuk mencapai sesuatu itu harus lewat perjuangan. Jelas ini sesuai visi saya bersama Kiai Rouf mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan," ujar Pak Yes di Aula Gajah Mada Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (24/5/2022).

Menurut Pak Yes, sepenggal kisah itu bisa menjadi motivasi dan spirit untuk mewujudkan Lamongan yang lebih majemuk. Dia pun berharap setiap warga Lamongan berperan serta dalam membangun bumi kelahirannya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka acara bedah buku (Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka acara bedah buku (Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

"Kedepankan prinsip kolaborasi, artinya kita bergandeng tangan, bersama-sama untuk membuat kekuatan untuk menuju pembangunan inklusif. Lantas apa itu pembangunan inklusif? Yakni pembangunan yang terbuka, siapa saja ikut serta dan saling menghargai bersama-sama bergerak untuk mencapai visi dan misi bersama," jelas dia.

Sementara sejarawan Lamongan, Supriyo menyampaikan bahwa banyak hal terkait penemuannya selama ini. Dia bahkan sangat kagum dan takjub akan kejayaan masa lampau di bumi Lamongan.

"Banyak sekali prasasti di Bumi Lamongan, selain Prasasti Cane. Ada juga Prasasti Balawi Tahun 1227 s/1305 M (Blawirejo), Prasasti Lamongan (Jayanegara), Prasasti Biluluk dan banyak lagi prasasti-prasasti yang ditemukan," beber Supriyo.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

Selain prasasti, lanjut Supriyo, banyak juga ditemukan keramik dari berbagai negara yang sangat antik dan bernilai seni tinggi.

"Tentu ini menunjukkan masyarakat Lamongan sangat makmur dan sejahtera," terang dia.

Acara juga turut diikuti kepada desa dan kepala sekolah tingkat SD hingga SMA se Lamongan, juga penulis buku, Supriyo serta narasumber lainnya seperti Dwi Cahyono (Dosen Universitas Negeri Malang) serta Adrian Perkasa (Dosen Universitas Airlangga) secara virtual dari Universitas Leiden, Belanda.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.