Senin, 22 Jun 2026 18:57 WIB

Gadaikan BPKB untuk Biaya Bersalin, Menantu Diseret Ibu Mertua ke Meja Hijau

Proses persidangan menantu yang diseret ke meja hijau oleh mertuanya di Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Proses persidangan menantu yang diseret ke meja hijau oleh mertuanya di Sidoarjo (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Seorang ibu mertua di Sidoarjo tega menyeret menantunya ke meja hijau, hanya gara-gara menggadaikan BPKB motor. Padahal, uang hasil gadai itu dipakai sang menantu untuk biaya kelahiran.

Dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo pada Senin (23/5/2022), disebut bahwa Kinanti Viola Rosa (21), warga Kecamatan Sidoarjo itu dilaporkan Supami, mertuanya sendiri ke polisi.

Baca Juga: Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dalam sidang kali ini, dihadirkan saksi bernama Melati Siberika, kakak kandung terdakwa. Di hadapan majelis hakim, Melati mengatakan bahwa adiknya sering bercerita kepadanya jika suami adiknya bernama Yuda Irawanto jarang memberi nafkah kepada adiknya.

"Saat kejadian itu saya mendengar sendiri bahwa BPKB itu diberikan suaminya ke adik saya langsung, yang mulia," ujar Melati.

Sementara Kinanti yang didakwa atas Pasal 367 KUHP ayat 2 terkait pencurian dalam keluarga mengaku bahwa dirinya secara sadar memang mengakui bahwa ia menggadaikan BPKB tersebut untuk keperluan persalinan.

Menurut Kinanti, BPKB tersebut adalah milik suaminya dan bukan milik mertuanya.

Baca Juga: APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun

"Saat itu memang suami saya beli sepeda motor bekas dan uang tambahannya itu ditambahi sama mertua saya yang ke depannya akan diangsur per bulan," papar Kinanti di depan hakim.

Kinanti mengatakan bahwa BPKB motor yang ia gadaikan tersebut bukan diambil dari rumah mertuanya.

"Saya ndak ngambil BPKB itu di rumah mertua saya dan itu ndak mungkin. Karena kamar mertua saya itu mesti kuncian, jadi ndak seperti yang ditulis di BAP kalau saya terekam CCTV mengambil BPKB itu. Saya itu pokoknya pas pada waktu dipanggil ke polisi sudah disuruh tanda tangan tanpa harus melihat isi ketikannya apa," beber Kinanti.

Baca Juga: Pegawai Honorer Kota Probolinggo Nekat Curi Traktor di Gudang DKP3

Untuk diketahui, Kinanti dalam dakwaan tertulis mengambil BPKB motor Honda Vario denga nopol W 4809 QN tanpa seizin mertuanya. BPKB itu selanjutnya dibawa pulang dan digadaikan.

Penasihat hukum terdakwa, Musa Muharim menyatakan bahwa dirinya bersama tim akan menyiapkan beberapa langkah dalam menghadapi putusan hakim minggu depan.

"Kami dari penasihat hukum tentunya akan membuat nota pembelaan pledoi. Dan kita akan jelaskan secara rinci terkait fakta persidangan terkait pasal pencurian kan tidak terbukti. Dan faktor kepemilikan kan yang memiliki suaminya sendiri," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.