Kamis, 11 Jun 2026 01:01 WIB

Makelar di Lamongan Hasut Peternak Agar Jual Murah Sapi Terjangkit PMK

Salah satu lokasi ternak di Kabupaten Lamongan yang diawasi ketat pihak kepolisan dan pemkab. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu lokasi ternak di Kabupaten Lamongan yang diawasi ketat pihak kepolisan dan pemkab. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Peternak sapi di Kabupaten Lamongan tak hanya dihadapkan dengan wabah Penyakit dan Kuku (PMK). Mereka juga dipusingkan dengan keberadaan makelar sapi. Pasalnya, para makelar merayu bahkan menghasut peternak agar mau menjual sapi yang terserang PMK dengan harga beli di bawah batas wajar.

Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan Rahendra mengungkapkan aksi para makelar tersebut. Menurutnya, sudah banyak peternak yang menjadi korban.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Ada beberapa sapi yang sakit tapi malah dijual. Kemungkinan termakan hasutan makelar yang menakuti peternak bila sapi PMK tidak bisa disembuhkan," papar Rahendra, Senin (22/5/2022).

Keberadaan para makelar malah dapat memicu penyebaran PMK semakin masif. Sebab lalu lintas hewan ternak terjangkit terus berjalan.

"Resiko akan menularkan ke tempat lainnya. Saya tegaskan kembali jika PMK bisa disembuhkan. Contoh pada beberapa tempat di Kabupaten Lamongan sudah ada yang selama selama kurun waktu 5 sampai 14 hari," terangnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Rahendra berharap para peternak bisa turut membantu upaya pencegahan yang dilakukan. Mengingat penularan PMK tergolong sangat mudah dan cepat menyebar.

"Selain menempel ke barang, PMK juga bisa menempel ke manusia yang keluar masuk kandang. Yakni dari kandang sapi yang sakit menuju kandang sapi sehat, tanpa melakukan kegiatan untuk membersihkan diri, biosecurity dan biosafety lemah," jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, pihaknya sudah berkordinasi dengan kepolisian untuk monitoring dan pemetaan terkait lalu lintas penjualan hewan ternak agar penularan PMK tak meluas.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

"Itu yang jadi permasalahan kami. Untuk itu, kami kerja sama dan terus berkordinasi dengan polsek dan polres untuk menyekat ternak yang di kandang (karantina) dan penyekatan lalu lintas ternak," tandasnya.

Sementara itu, sebaran PMK di Lamongan merambah 15 kecamatan. Dari 622 populasi sapi di 15 kecamatan itu, 433 sapi di antaranya telah terjangkit PMK. Lalu 86 sapi dinyatakan sembuh, 6 mati, 4 dipotong paksa, dan 32 dijual. Jadi yang masih sakit totalnya berjumlah 305 ternak.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.