Rabu, 17 Jun 2026 01:03 WIB

Wow! 1.697 Pasangan di Lamongan Lepas Masa Lajang di Bulan Syawal

Resepsi pernikahan yang dihelat pasangan muda di Lamongan. (Foto : Devinda Wedding for Jatimnow.com)
Resepsi pernikahan yang dihelat pasangan muda di Lamongan. (Foto : Devinda Wedding for Jatimnow.com)

Lamongan - Bukan rahasia lagi jika Syawal sering dipandang sebagai bulan baik untuk melangsungkan pernikahan. Bahkan di Kabupaten Lamongan, sebanyak 1.697 pasangan resmi menjadi suami-istri.

Jika dirinci, ada 3.394 warga Lamongan melepas masa lajang di bulan Syawal 1955/Mei 2022. Angka itu diprediksi terus bertambah seiring beralihnya bulan Syawal ke bulan Selo.

Baca Juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

"1.697 (pasangan menikah) itu didapat dari 27 KUA di seluruh Lamongan. Masih belum final, karena masih ada beberapa hari di bulan Syawal, bisa jadi masih ada yang daftar lagi," ungkap Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Lamongan Khoirul Anam saat dikonfirmasi, Jumat (20/5/2022).

Menurut Anam, jumlah pernikahan kali ini lebih banyak dibandingkan Syawal tahun lalu yang bertepatan dengan merebaknya Covid-19.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Kearifan lokal dari masyarakat yang menganggap Idul Fitri adalah bulan baik, serta angka pandemi covid19 yang semakin terkendali," ujar Anam.

Berdasarkan data yang didapat dari Kantor Kemenag Lamongan, tepat terbanyak melangsungkan pernikahan adalah KUA Kecamatan Babat. Tercatat ada 149 pasangan yang telah melangsungkan pernikahan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Disinggung terkait persyaratan pernikahan dengan prokes, Anam menjelaskan sejak Covid-19 melandai ada beberapa pelonggaran aturan. Hal itu juga menjadi pertimbangan warga menggelar acara pernikahan.

"Kalau sebelumnya ada persyaratan swab antigen/PCR, maka sekarang hanya dipersyaratkan sudah vaksinasi lengkap," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.