Rabu, 17 Jun 2026 19:08 WIB

Diminta Pasang Sendiri Patok Batas Tanah, Warga di Lamongan Geruduk Kantor BPN

Kantor BPN Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kantor BPN Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Warga Desa Putat Kumpul, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan menggeruduk Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lamongan di Jalan Suwoko No. 18, Kamis (19/5/2022).

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, aksi warga Desa Putatkumpul itu melakukan aksi, lantaran meski sertifikat sudah selesai, tapi BPN tidak kunjung memberikan patok pembatas tanah.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Suroso, warga Desa Putat Kumpul, ada 1500 orang yang mengajukan permohonan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Tahun 2020. Katanya, proses sertifikat tanah itu sudah selesai.

Namun yang menjadi polemik, warga diminta untuk melakukan pematokan batas wilayah sendiri. Sehingga terjadi saling klaim sepihak.

"Selama ini yang terjadi masyarakat justru bersitegang satu sama lain, karena itu saling klaim kepemilikan," jelas Suroso.

Dari pantauan, perwakilan warga diperbolehkan masuk kantor BPN itu untuk berdialog. Namun sejumlah awak media yang hendak meliput jalannya dialog, justru dihalangi petugas keamanan kantor BPN.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Karena sudah jelas dari pertemuan tadi, jadi tidak lagi menemui awak media. Karena sudah cukup," kata Satpam BPN Lamongan, Cahyono Adi kepada wartawan.

Sejumlah awak media kemudian mencoba mengonfirmasi Bagian Tata Usaha BPN Lamongan, Darmawang. Namun upaya konfirmasi itu tidak membuahkan hasil.

"Pak Darmawang tidak bersedia menemui wartawan. Karena sudah jelas dalam pertemuan tadi. Sudah, titik," tambah Cahyono sembari meninggalkan para wartawan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Demo warga yang dijaga ketat sejumlah polisi dan TNI itu berlangsung kondusif hingga berakhir.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.