Jumat, 19 Jun 2026 18:07 WIB

Pengembang Keluhkan Pengurusan Persetujuan Pembangunan Gedung di Probolinggo

Ketua APERSI Probolinggo, Abdul Rohim (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Ketua APERSI Probolinggo, Abdul Rohim (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Pengembang atau developer perumahan di Probolinggo Raya mengeluhkan sejumlah kendala yang dirasakan, menyusul adanya regulasi baru.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Probolinggo, Abdul Rohim mengatakan, saat ini para pengembang di wilayahanya banyak mengeluhkan regulasi baru, yaitu soal Permen Agraria dan Tata Ruang Nomor 12 Tahun 2020 tentang Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Keputusan menteri itu di berlakukan sejak Desember 2021. Sehingga pengembang sangat sulit untuk menjalankan usahnya dan tidak bisa melanjutkan bangunan dan perizinannya," jelas Rohim ditemui usai pelantikan Pengurus DPC APERSI Probolinggo Raya, Rabu (18/5/2022).

Selain itu, developer juga mengeluhkan sulitnya mengurusi Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) sejak Agustus Tahun 2021 dari pemerintah daerah karena belum adanya regulasi perda yang mengatur hal itu.

"Ini yang sangat dirasakan oleh pengembang saat ini, meski sebagian kecil bisa mengurusnya," ungkap Rohim.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Dia menyebut bahwa APERSI akan melakukan komunikasi dan diskusi dengan pihak terkait untuk mencari jalan kelaur. Sebab dengan dua kendala itu membuat bisnis yang dijalani tersendat.

"Pastinya pembangunan tersendat pencairan KPR, pembelian user dan pencairan perbankan terhambat," jelasnya.

Situasi bisnis perumahan di Probolinggo dinilai cukup tinggi. Namun saat ini masih banyak kendala berkiatan dengan regulasi megenai perizinan perumahan.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Kami berharap pemasalahan ini segera ada solusi dan usaha di bidang perumahan kembali normal," tegasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.