Rabu, 17 Jun 2026 11:37 WIB

Tulungagung Dikabarkan ada Kasus Hepatitis, RSUD dr Harjono Ponorogo Bersiap

  • Penulis : Advertorial
  • | Selasa, 17 Mei 2022 12:33 WIB
RSUD dr Harjono Ponorogo bersiapa menghadapi hepatitis akut (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
RSUD dr Harjono Ponorogo bersiapa menghadapi hepatitis akut (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Walaupun belum terjadi di Kabupaten Ponorogo, namun ada satu kasus yang diduga hepatitis akut terjadi di wilayah dekat, yakni di Kabupaten Tulungagung. Hal itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua di Bumi Reog.

Berbagai persiapan pun dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Di rumah sakit plat merah itu ada 3 dokter spesialis anak yang standby. Juga disediakan ruangan maupun tempat tidur bagi pasien hepatitis akut. Dari 387 bed pasien, ada 39 bed pasien untuk anak-anak.

"Kasus hepatitis akut itu alat makannya sendiri. Jadi, ya itu saja tidak untuk gantian," ujar Humas RSUD dr Harjono, Joko Handoko, Selasa (17/5/2022).

Sementara, dokter spesialis anak RSUD dr Harjono, Kautsar Prastudia Eko Binuko menambahkan, kasus yang muncul dan menimbulkan kematian itu belum diketahui penyebabnya.

"Di dunia kedokteran penyakit itu bernama hepatitis of unknown origin. Unknown artinya belum tahu, origin artinya penyebabnya apa. Jadi Hepatitis of unknown origin belum diketahui jenis hepatitisnya apa," terang Kautsar.

Pasalnya, hepatitis A, B, C, D maupun E itu penyebabnya bisa karena minum obat-obatan. Juga hemotrapi yang menyebabkan hepatitis.

Hanya saja beberapa kasus di Jakarta maupun Tulungagung tidak ada yang A,B, C, D maupun E. Anak-anak juga tidak konsumsi obat-obatan.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Penularan virus hepatitis of unknown origin itu dari fases kotoran, makanan maupun alat makanan. Sehingga, pasien hepatitis of unknown origin bakal diisolasi.

"Tempatnya terpisah dengan anak lain. Alat makanannya juga harus sendiri. Yang dijaga itu adalah lalu lintas makan. Dipisahkan dari pasien lain," jelasnya.

Ciri-ciri yang harus diwaspadai, jika anak mengalami demam, mual, muntah, perubahan warna kulit dan mata jadi kuning. Bisa pula disertai diare.

Selanjutnya adalah feses berwarna putih. Juga buang air kecil berwarna pekat. Menurutnya, orang tua harusnya khawatir kalau ada demam, mual, badan kuning.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Untuk pencegahannya, makanan diharapkan dimasak sampai matang, cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta kebersihan alat makan dijaga.

"Selama ini hanya direndem. Sekarang harus air mengalir dan sabun. Kebersihan benar-benar lebih dijaga," kata Kautsar.

"Ingat beberapa waktu lalu pernah break massal. Karena ada kiriman kasus hepatitis A dari Pacitan," pungkasnya. (adv)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.