Kamis, 18 Jun 2026 21:23 WIB

Warga Podoroto Jombang Dirawat Usai Makan Nasi Kotak, Dinkes: Disebabkan Bakteri

Petugas mengambil sampel di rumah penyelenggara yasinan di Dusun Garu. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Petugas mengambil sampel di rumah penyelenggara yasinan di Dusun Garu. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Dinas Kesehatan Jombang melakukan pengecekan di rumah penyelenggara yasinan, pasca-puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Jombang mengalami mual, muntah hingga diare usai menyantap nasi kotak dari acara tersebut.

Tim dari Dinkes Jombang juga mengambil sampel air, telur, dan beberapa benda lainnya untuk dilakukan uji laboratorium.

Baca Juga: Keracunan Massal MBG di Surabaya, BGN dan Dinkes Temukan Pelanggaran SOP

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jombang, Haryo Purwono mengatakan, dari data yang didapat sedikitnya ada 40 orang yang mengikuti acara yasin dan tahlil di rumah warga bernama Tutik.

Baca juga:

"Ada sekitar 40 peserta, makanan tidak dimakan di sini tapi dimakan di rumah masing-masing," ungkap Haryo, Sabtu (14/5/2022).

Baru pada Kamis pagi tepatnya pukul 09.30 WIB, ada salah satu warga Dusun Garu mendatangi puskesmas dengan keluhan mual, muntah hingga diare. Pada pukul 14.00 WIB, pasien dirujuk ke RS Sakinah.

"Ada sekitar 35 orang yang rawat jalan, kemudian masih rawat inap ada 9, kondisinya baikan, kemudian yang 2 ada di RS Sakinah, dan 1 di RS Basuni, ini juga kondisinya baikan," tambahnya.

"Kita ambil air, telur mentah, ada muntahan dan moga-moga muntahan ini bisa kita periksa, kita juga ambil usap dubur, yang sekarang disimpan di Puskesmas Kesamben, termasuk air juga kita ambil," bebernya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Dari gejala yang muncul, lanjut Haryo, untuk sementara pihaknya menyimpulkan jika sakit yang diderita pasien disebabkan oleh bakteri.

"Bakteri ini ya, salmonella dan salmotokus, karena ini dilihat dari gejala muntah dan diare," tegasnya.

Dari gejala yang terlihat, Haryo menyebut jika kemungkinan memang mengarah ke keracunan makanan.

"Positif atau tidak itu mengarah ke keracunan ya, karena ada infeksi saluran pencernaan," ujarnya.

Baca Juga: Satgas MBG Kota Kediri Gerak Cepat Tangani Dugaan Keracunan di Ketami

"Ya baru Selasa kita kirim, mungkin semingguan bisa diketahui hasilnya," pungkas Haryo.

Sementara itu, Eka Puji Astutik (46) penyelenggara acara yasinan rutinan mengaku prihatin dengan adanya peristiwa dugaan keracunan makanan tersebut.

Meski demikian Tutik, sapaanya, menyebut tidak ada keanehan saat memasak makanan untuk dijadikan sajian pada acara tersebut.

"Ya ndak ada keanehan, karena saya kan juga mencicipi. Itu telor beli di Mak Tun Kedungboto. Saya juga sempat mencicipi bali telor, kan saya yang masak," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.