Senin, 15 Jun 2026 21:26 WIB

Dampak PMK di Jombang, Harga Jual Sapi Anjlok hingga Tak Laku Dijual

Suasana pasar sapi di Kabuh, Jombang yang masih ramai dan berjalan normal. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Suasana pasar sapi di Kabuh, Jombang yang masih ramai dan berjalan normal. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, penjualan para pedagang sapi di Kabupaten Jombang anjlok pasca-merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur. Harga sapi turun drastis hingga membuat tak laku di pasaran.

Di pasar hewan Kecamatan Kabuh, Jombang, misalnya. Sejak Jumat (13/5) pagi, terlihat ratusan ekor sapi dari sejumlah daerah memenuhi pasar hewan yang hanya buka di waktu-waktu tertentu itu. Meski tampak ramai, para pedagang nyaris tak melakukan transaksi.

Baca Juga: Sapi Gemoy Hewan Kurban Presiden Prabowo di Tulungagung Bernama Fajar

Menurut Mulyono (46), harga sapi sudah anjlok sejak PMK merebak, tetapi tetap saja sapi peliharaannya tak laku. Ia pun terpaksa pulang dengan tangan hampa.

"Ya pedagang banyak merugi. PMK ini mempengaruhi pedagang. Harga turun sampai 1 juta, dari 15 juta sampai 14 juta. Ini ndak laku akibat penyakit itu," ungkap Mulyono saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, pihak pengelola pasar hewan mengaku tidak ada larangan khusus yang diberlakukan. Hanya saja untuk sapi yang kondisinya sakit tidak diperbolehkan dijual.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

"Kalau yang sakit ga boleh masuk, kalau sehat bisa. Ini nggak ada, pokok sapi sehat bisa masuk," kata Junaidi (40), petugas restribusi pasar, pada sejumlah jurnalis di pasar Kabuh.

Dikatakan Junaidi, ratusan sapi yang ada di pasar hewan ini tidak hanya berasal dari Jombang, melainkan dari sejumlah daerah yang ada di Jawa Timur.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Wajib Vaksin PMK

Tak ada pembatasan yang dilakukan. Junaidi mengaku jika kondisi pasar juga berjalan dengan normal.

"Dari sekitar sini, mulai dari Sukorame Lamongan, dari Mojokerto juga ada, masih normal sini," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.